Pelatih Arema Cronus tersebut menganggap timnya seperti memenangkan laga derby. Pasalnya, sepanjang 90 menit pertandingan, kedua tim bermain ketat dan keras, hingga membuahkan dua kartu merah bagi William Pacheco dan Johan Alfarizie.
"Seperti Derby saja. Mereka juga main keras hingga membuat kami hanya bisa mencetak satu gol. Mungkin juga karena tekanan besar dari penonton," kata Milo usai pertandingan.

Sejak awal laga duel Arema Cronus kontra Persija Jakarta telah berlangsung panas.
Meski minim gol, namun pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu tak mempermasalahkannya. Milo pun menilai timnya layak memenangkan pertandingan, meski gol tunggal Cristian Gonzales di awal pertandingan sempat menuai kontroversi.
"Yang penting bagi saya adalah tiga poin. Saya tidak pikirkan berapa jumlah gol, siapa pencetaknya maupun bagaimana prosesnya," imbuhnya.

Milomor Seslija memuji dukungan Aremania yang memberikan dukungan tak henti sepanjang laga.
Persija, disebutnya memang salah satu tim dengan pertahanan terbaik saat ini. Kemenangan di pekan ke-7 TSC ini pun memperpanjang rekor kemenangan dengan skor identik 1-0, atas Persija dalam pertemuan terakhir.
"Tiga bulan, kami tiga kali bertemu. Dan, hebatnya kami bisa memenangkan semuanya. Terima kasih kepada pemain atas perjuangan kerasnya," Milo menerangkan.
Terkait kartu merah kepada Alfarizie, Milo menilai itu sudah seharusnya terjadi. Ia pun memuji Wasit Dodi Setia Purnama yang memberikan keputusan tepat karena bek kirinya itu memang melakukan pelanggaran keras.
"Wasit sudah memimpin dengan bagus. Memang seharusnya dia dijatuhi kartu merah, salut kepada kinerja wasit," pungkas mantan Direktur Teknik Barito Putera tersebut.