Gol striker berjuluk El Loco di menit ke 7 menuai sejumlah kontroversi. Sebelum El Loco membobol gawang Andritany Ardhiyasa, para pemain Persija masih fokus pada pelanggaran keras yang dialami Esteban Vizcarra saat diterjang William Pacheco tepat di garis kotak penalti.
Para pemain Persija beserta kipernya yang mengira pelanggaran, tampak lengah dan tidak bereaksi saat Gonzales meneruskan bola liar usai terjadinya pelanggaran tersebut. Namun, Wasit Dodi Setia Permana menunjuk titik tengah lapangan tanda terjadinya gol.

William Pacheco melakukan tekel keras ke arah kepala pemain Arema Cronus Esteban Vizcarra.
Sontak saja, Bambang Pamungkas dkk langsung melancarkan protes kepada wasit asal Indramayu beserta asistennya.
"Gol sudah disahkan, seharusnya tidak perlu diperdebatkan. Karena pada situasi Advantage, wasit lebih memihak kami," kata Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija.
Bahkan, jika gol itu tidak disahkan sekali pun, situasinya akan tetap sama. Karena, pelanggaran tersebut sangat lah keras hingga kaki William menerjang kepala Vizcarra yang berniat memberikan assist kepada Gonzales melalui kepalanya.
"Situasinya sama saja. Kami juga akan mendapatkan gol dengan penalti dan kartu merah pemain Persija karena pelanggaran keras itu," lanjutnya.

Milomir Seslija memuji kepemimpinan wasit yang dianggapnya sudah menjalankan tugas dengan sempurna.
Terlepas dari hal itu, Milo memuji kepemimpinan Wasit Dodi Setia Permana yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik.
"Dia sudah bagus dalam memimpin pertandingan. Kemenangan sudah kami dapatkan dan itu lebih penting daripada memikirkan proses dari golnya," pungkasnya.