Torabika Soccer Champioship

Faktor Cedera Picu Persija Tumpul

Rabu, 22 Juni 2016 03:42 WIB
Editor: Irfan Fikri
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pelatih Persija Jakarta, Paulo Camargo (tengah). Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pelatih Persija Jakarta, Paulo Camargo (tengah).

Persija memang menjadi salah tim kuat di kompetisi TSC musim ini. Dari 7 pertandingan yang sudah dilakoni, Maman Abdul Rahman dkk hanya menderita empat kali kebobolan, atau mencatat rataan 0,6 gol per laga.

Di sisi lain, kuatnya benteng pertahanan juga berimbas pada minimnya produktifitas gol di lini depan. Angka di atas nyaris menyentuh rataan 0,8 dari total jumlah gol yang dicetak dibagi 7 pertandingan.

Meski kurang produktif dengan hanya surplus satu gol (5-4), namun Paulo Camargo tetap memberi kredit tersendiri bagi tim asuhannya.

"Saya senang dengan perkembangan tim ini. Sejak terbentuk, setidaknya kami sudah menjadi salah satu tim terkuat di pertahanan," kata pelatih Persija tersebut dengan Bahasa Portugis.

"Dan tentang lini depan yang kurang produktif, kami terus berupaya mengasah berbagai skema dalam finishing touch di setiap latihan," imbuh Camargo, sebagaimana diterjemahkan asistennya, Deminar Carlos.

Pelatih kebangsaan Brasil itu pun menyebut faktor lainnya adalah cedera pemain yang menimpa Jose Guerra. Striker asal Kolombia ini sebenarnya diproyeksikan menjadi andalan utama di lini depan tim Macan Kemayoran.

Namun, penyumbang satu gol bagi Persija itu harus menepi setelah mendapati cedera usai melakoni tur ke Papua saat menahan imbang Perseru Serui dan saat dikalahkan tuan rumah Barito Putera.

"Jose Guerra menjadi tumpuan kami di lini depan. Karena cedera, kami mesti mengandalkan para striker lokal yang ada," jelas eks pembesut Persibo Bojonegoro tersebut.

144