Spanyol mampu unggul lebih dulu pada menit 7 lewat Alvaro Morata meneruskan umpan sodoran Cesc Fabregas. Namun Kroasia berhasil menyamakan skor jelang babak pertama bubar lewat gol sontekan Nikola Kalinic.
Spanyol sejatinya mendapat peluang emas untuk bisa kembali unggul pada menit 70 lewat hadiah penalti yang diberikan wasit usai David Silva dilanggar di kotak penalti Kroasia.
Namun, Sergio Ramos yang ditunjuk sebagai algojo gagal mengeksekusinya dengan baik. Sepakannya berhasil dimentahkan oleh kiper Kroasia, Danijel Subasic.
Usai pertandingan, Ramos mengungkapkan ada kejanggalan yang ia rasakan dari kekalahan yang diraihnya bersama rekan setimnya.
Ramos gagal memanfaatkan peluang penalti untuk membawa Spanyol unggul di babak kedua.
"Jujur ini adalah permainan yang aneh, karena pada awalnya kami mendominasi permainan dan akhirnya gagal mengeksekusi penalti, tapi itulah sepakbola," tutur Ramos seperti dilansir AS.
"Mereka sukses memanfaatkan sedikit peluang yang mereka dapat dan kami harus memperhatikan hasil tersebut karena kami akan bertemu lawan yang lebih sulit di babak selanjutnya," lanjut bek Real Madrid.
Kekalahan ini menempatkan Spanyol finis di urutan kedua klasemen penyisihan grup D dan akan bertemu dengan lawan berat Italia di babak 16 besar.
Ramos mengaku jika lawannya nanti tidak dapat dipandang sebelah mata dan berpotensi untuk menyulitkan langkah mereka untuk lolos ke babak berikutnya.
"Untuk bisa keluar sebagai juara kami harus bisa mengalahkan yang terbaik. Kami harus bangkit dan segera memikirkan laga berikutnya," tandasnya.