Keputusan ini kata Yana demi kelancaran pertandingan dan keamanan bagi kedua suporter. Apalagi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang akan menjadi tempat pertandingan kedua kesebelasan hanya bisa digunakan 20.000 penonton saja dari kapasitas 38.000 yang tersedia.
"Posisi GBLA saja buat laga biasa dibatasi. Sekarang harus mengundang suporter Persija. Daripada ribet mending tanpa The Jak," tegas Yana saat ditemui di Outlet Viking Original Merchandise (VOM), Ahmad Yani Bandung, Jumat (24/06/16).
Yana pun mempertanyakan keputusan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang dengan leluasa memperbolehkan The Jakmania untuk hadir di laga kandang Persib Bandung meski hanya 10 persen dari kapasitas Stadion yang disediakan.
"Seharusnya Ridwan Kamil ini jangan banyak gaya. Kalau ada apa-apa harus berani dan tanggung jawab. Dia (Ridwan Kamil) ambil keputusan, berarti harus tanggung jawab kalau ada apa-apa," katanya.
Yana menegaskan bukannya takut akan kedatangan The Jakmania untuk hadir ke laga nanti. Namun ia melihat dari sisi keamanan dari The Jakmania. Terlebih di laga nanti bobotoh dipastikan akan memadati Stadion.
Sehingga keamanan para The Jakmania akan dipertanyakan. Apalagi jatah tiket yang diberikan hanya 10 persen dari kapasitas yang tersedia.
"Resikonya pasti besar. Tidak bisa menjamin. Atmosfer lawan Persija pasti besar. Di final Piala Presiden saja atmosfer Bobotoh besar padahal lawan yang dihadapi beda tim (bukan Persija)," tuturnya.
Keputusan ini lanjut Yana, berlaku juga saat Persija menjadi tuan rumah. Bobotoh tidak diperbolehkan hadir ke Stadion. "Yang jelas, ini demi keamanan," pungkasnya.