Wasit Dujmadi Effendi yang memimpin jalannya pertandingan memutuskan untuk menghentikan laga pada menit ke-81, saat tim tamu Sriwijaya FC masih unggul 1-0 atas Persija.
Keputusan tersebut diamblil setelah keadaan di dalam stadion sudah tidak kondusif akibat terjadi kericuhan dari oknum suporter.

Aksi Jakmania saat menyalakan red flare di dalam Staidion Utama Gelora Bung Karno

Segerombolan Jakmania saat merangsek masuk ke dalam lapangan stadion GBK
Buntutnya, beberapa oknum suporter yang diduga Jakmania, berhasil merangsek masuk ke dalam lapangan dan sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan petugas keamanan.
Tidak hanya itu, papan iklan yang terdapat di pinggir lapangan juga menjadi sasaran amukan suporter.
Rupanya kejadian itu tidak hanya terjadi di dalam stadion, tetapi juga terjadi di depan pintu merah GBK, yang berada di antara gerbang Pintu IX dan X.
Berdasarkan pengakuan salah seorang anggota polisi, keadaan pada Jumat (24/06/16) malam itu, memang diluar kendali.

Situasi di luar stadion GBK dengan mobil yang menjadi sasaran amuk oknum suporter
“Kami ada, duduk jaga disini sambil bercerita bersama beberapa adik-adik suporter yang tidak masuk,” tutur salah satu anggota polisi yang mengaku berasal dari Atambua, NTT kepada awak INDOSPORT.
“Mereka menanyakan tentang kedinasan kami, tiba-tiba saja ada lemparan botol, batu dari arah luar pagar,” ceritanya.
“Tentu saja kami kaget dan berusaha mundur masuk ke dalam, dan ternyata di dalam juga sudah rusuh. Kasihan adik-adik yang tidak bersalah mereka jadi korban, binggung mau lari menghindar kemana,” sambungnya.

Situasi dari luar Stadion GBK beberapa saat setelah bentrok Jakmania
Berdasarkan pantauan INDOSPORT, keadaan di depan pintu merah GBK memang sangat berantakan. Pecahan botol dan batu berserakan dimana-mana.
Polisi juga mengakui bahwa kejadian di dalam maupun diluar lapangan memang diluar dugaan.
“Sebenarnya mereka (yang diluar) meminta ingin masuk akan tetapi kami tidak mengizinkan karena bukan wewenang kami,” jelasnya.
“Saya rasa tidak terlalu banyak personil yang diturunkan, diprediksi aman karena hanya akan ada Jakmania saja. Tetapi kejadian ini diluar perkiraan dan akhirnya tadi ditambah lagi personilnya,” pungkasnya.