Final Copa America 2016

(VIDEO) Argentina 0 (2)-(4) 0 Chile: Happy Ending Chile!

Senin, 27 Juni 2016 10:04 WIB
Editor: Yohanes Ishak
 Copyright:

Babak pertama

Baru berjalan 24 detik setelah kick off, gelandang kreatif Argentina, Ever Banega langsung melakukan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Ancaman kejutan dari mantan pemain Valencia ini sempat membuat kiper Chile, Claudio Bravo sigap di awal.

Pada awal-awal laga ini, tim Tango lebih banyak melepaskan ancaman dan mampu mendominasi jalannya pertandingan, sementara Chile masih berusaha menahan gempuran dari Messi cs.

Memasuki menit ke-21, Gonzalo Higuain nyaris memberikan keunggulan untuk Argentina, sayang peluang emas yang ia miliki masih melebar sehingga skor pun masih bertahan 0-0.

Selang beberapa menit, Chile harus bermain dengan 10 pemain, setelah Marcelo Diaz mendapat kartu merah hasil dari kartu kuning kedua yang ia dapatkan, setelah dianggap melanggar Lionel Messi.

Unggul dalam jumlah pemain membuat Argentina lebih leluasa dalam melakukan penyerangan, hal ini juga sempat membuat para pemain Chile menjadi tersulut emosi, salah satunya adalah gelandang serang mereka, Arturo Vidal yang sempat bersitegang dengan gelandang Argen, Javier Mascherano.

Keduanya pun dihadiahi wasit kartu kuning dan pertandingan tetap dijalankan dengan dominasi masih dipegang oleh Argentina. Memasuki menit-menit akhir, giliran Argentina yang harus bermain dengan 10 pemain setelah bek mereka, Marcus Rojo terlihat menekel Vidal dengan dua kaki, tak ayal wasit pun langsung mengganjarnya kartu merah.

Pertandingan kembali berjalan seimbang namun keduanya tak mampu mencetak gol di waktu tambahan karena hingga wasit Roberto Lopes meniup peluit tanda jeda, tidak ada gol lagi tercipta. Pada babak kedua nanti, Argentina dipastikan lebih berpeluang mendulang kemenangan karena mereka unggul dalam jumlah pemain.

Babak kedua

Pada awal-awal babak kedua ini, baik Argentina maupun Chile sama-sama langsung tampil menekan dan menyuguhkan permainan yang cepat.

Bintang tim Tango, Lionel Messi berkali-kali membuat para pemain Chile kalang kabut untuk menjaga pergerakkan dari pemain milik Barcelona ini, sehingga dirinya pun perlu mendapat penjagaan khusus agar tidak kecolongan.

Sementara itu, timnas Chile juga bukannya tanpa peluang, beberapa kali motor serangan dibangun oleh gelandang mereka, Arturo Vidal.

Pemain berambut Mohawk ini juga seringkali merepotkan lini pertahanan Argentina, ia juga harus mendapat pengawalan ketat, khususnya dari bek Argentina, Nicolas Otamendi.

Memasuki menit-menit akhir, penyerang Chile sekaligus top scorer kompetisi ini, Eduardo Vargas nyaris membuka eunggulan, sayangnya tendangannya mampu diantisipasi oleh kiper Argentina, Sergi Romero.

Tidak berapa lama, berawal dari serangan balik, Argentina juga mendapatkan peluang melalui Sergio Aguero yang menggantikan peranan Gonzalo Higuain di awal-awal babak kedua. Sayangnya, tendangannya masih melebar.

Perpanjangan Waktu

Pada perpanjangan waktu di 2x15 menit ini, kedua tim tampak lebih bermain berhati-hati sambil sesekali menebarkan ancaman.

Meski demikian, ketegangan yang tetap terlihat ditunjukkan olehb kedua pemain, terlebih jika ada yang berbenturan fisik dengan keras.

Sayangnya, baik Argentina maupun Chile pun tak dapat mencetak gol untuk memetik kemenangan, karena pertandingan harus dilanjutkan dengan drama adu penalti.

Adu Penalti

Semakin sengit! Kedua penendang pertama masing-masing tim, Arturo Vidal dari Chile dan Lionel Messi milik Argentina gagal memasukan bola.

Barulah gol mulai bermunculan di penendang berikutnya, petaka datang menghampiri kubu Argentina, setelah Messi gagal mencetak gol pertama, Lucas Biglia juga gagal sehingga kemenangan pun berhasil diraih oleh Chile melalui penendang terakhir mereka, Gato Silva.

Dengan ini, maka Chile berhasil mencatatkan back-to-back setelah pada musim lalu mereka berhasil mengangkat gelar di tahun 2015, kini di tahun 2016 mereka berhasil menjadi juara dengan melawan tim yang sama.

SUSUNAN PEMAIN:

Argentina: 4-3-3

Romero; Mercado, Rojo, Ramiro, Otamendi; Biglia, Banega (Lamela 110’), Mascherano; Higuain (Aguero 70’), Di Maria Kranevitter (57’), Messi

Cadangan: Andujar, Maidana, Roncaglia, Kranevitter (Di Maria 57’), Fernandez, Guzman, Cuesta, Lamela (Banega 110’), Gaitan, Pastore, Aguero (Higuain 70’).

Pelatih: Geraro Martino

Chile: 4-3-3

Bravo; Isla, Beausejour, Medel, Jara; Aranguiz, Diaz, Vidal; Fuenzalida (Puch 80’), Vargas, Sanchez (Silva 104’)

Cadangan: Herrera, Puch (Fuenzalida 80’), Orellana, Castillo, Gonzalez, Pulgar, Toselli, Hernandez, Pinilla, Silva (Sanchez 104’), Roco

Pelatih: Juan Pizzi

835