Rekam Jejak Sang Pelatih Sejati Persib Bandung, Djajang Nurjaman
Bakat sepakbola yang dimiliki Djanur sebetulnya sudah terlihat sejak kecil. Ia kerap kali bermains sepalbola di tanah kelahirannya, Majalengka.
Ketika itu, ia bermain di sebuah lapangan yang terletak di kampung halamannya. Pasalnya, Sekolah Sepakbola (SSB) saat itu belum ada.
Seiring berputarnya waktu, Djanur bergabung dengan klub internal Persib saat usianya 17 tahun. Ia pun mulai menitih kariernya sebagai pesepakbola profesional bersama Persib.
Kemudian, Djanur meninggalkan Persib untuk membela Mercu Buana di kompetisi Galatama. Djanur membela Mercu Buana mulai tahun 1980-1985.
Setelah itu, ia kembali berseragam Persib. Langkah demi langkah dilalui Djanur untuk berusaha membawa tim Maung Bandung menjadi juara.

Djajang Nurjaman ketika melatih Persib Bandung di Piala Presiden 2015.
Akhirnya mimpi itu terwujud. Ia mampu merebut gelar bergengsi pertamanya sebagai pesepakbola profesional bersama Persib. Ketika itu, Djanur berhasil membawa tim Maung Bandung merebut gelar kompetisi Perserikatan tahun 1986. Kala itu, Djanur berhasil mencetak gol semata wayang kemenangan Persib atas Perseman Manokwari dengan skor 1-0 di laga final.
Empat tahun berselang, Djanur kembali membawa Persib menjadi juara Perserikatan. Ia bersama Persib berhasil mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-0 di laga final.
Langkah Djanur bersama Persib semakin gemilang usai ditunjuk menjadi asisten pelatih Indra Thohir. Ia ikut andil mengantarkan tim Pangeran Biru menjuarai Perserikatan tahun 1994 dan Liga Indonesia 1995.
Ketika itu Persib berhasil mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-0 melalui gol yang dicetak oleh Yudi Guntara pada menit ke-26 dan Sutiono Lamso pada menit ke-71 pada laga final Perserikatan musim 1993-1994.
Lalu berhasil mengandaskan Petrokimia Putra dengan skor 1-0 melalui gol dari Sutiono pada menit ke-76 di final Liga Indonesia I tahun 1995.