Rekam Jejak Sang Pelatih Sejati Persib Bandung, Djajang Nurjaman
Usai kegagalan Persib di Piala Jenderal Sudirman, Djanur memutuskan untuk meninggalkan kursi kepelatihan tim Maung Bandung. Hal itu dilakukan karena Djanur harus mengikuti kursus kepelatihan di klub Serie A Italia, Inter Milan.
Kursus kepelatihan tersebut dilakukan agar Djanur mampu memeproleh lisensi kepelatihan AFC A hingga UEFA. Hal itu dilakukan guna dapat mendampingi tim yang dilatihnya pada berbagai ajang kompetisi bergengsi dunia, seperti Liga Champions Asia dan Piala AFC. Maklum saja hal tersebut harus dikejar oleh Djanur. Mengingat, ia tidak bisa mendampingi Persib ketika berlaga di Piala AFC 2014.
Selama menimba kursus kepelatihan, posisi Djanur digantikan Dejan Antonic. Pelatih asal Serbia tersebut didapuk untuk melatih Atep Cs di beberapa turnamen selanjutnya, yakni Bali Island Cup 2016 dan Piala Bhayangkara 2016.
Dejan pun gagal membawa Persib menjadi juara Bali Island Cup dan Piala Bhayangkara. Tim maung Bandung dikalah bersaing dengan Arema Cronus di Bali Island Cup 2016. Lalu kembali dipecundangi Arema di laga final Piala Bhayangkara.
Meski begitu, mantan pelatih Pelita Bandung Raya (PBR) tetap dipercaya manajemen untuk melatih Persib. Ia berniat membalas kegagalannya di beberapa turnamen dalam ajang kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.
Sayang, Dejan gagal meraih misinya bersama Persib. Tim Maung Bandung terpuruk di TSC 2016. Mereka hanya meraih sekali kemenangan dari tujuh laga. Hasil tersebut membuat Dejan resmi mengundurkan diri dari jabatannya selaku pelatih Persib.
Saat Dejan mengundurkan diri, Djanur sebetulnya sudah berada di Bandung untuk mengurus visa demi melanjutkan kursus kepelatihannya di Inter Milan. Namun, ia gagal kembali ke Inter Milan usai isu terorisme berkembang di Eropa termasuk negara klub tempatnya menimba ilmu kepelatihan, Italia.

Djajang Nurjaman.
Akan tetapi, Djanur tidak mengisi langsung kursi kekosongan pelatih Persib. Justru, Herrie Setyawan yang notabennya asisten pelatih era Djanur dan Dejan diplot sebagi pelatih sementara Persib.
Akhirnya, Djanur pun kembali melatih Persib. Kepastian itu lahir usai Djanur diminta manajemen Persib untuk kembali melatih Hariono dan kawan-kawan, atau sehari setelah tim Maung Bandung dikalahkan Pesegres Gresik United dengan skor 1-2 pada laga pekan kedelapan TSC 2016.
Ia pun mengusung misi untuk mengembalikan kejayaan dan nama besar Persib di persepakbolaan Indonesia. Djanur siap membentuk kembali kekuatan tim Pangeran Biru guna bersaing dalam perebutan gelar juara TSC 2016.
"Yang utama dibenahi yakni masalah mental. Sebetulnya secara kualitas para pemain yang dimiliki Persib sudah bagus. Tapi karena hasil di awal TSC yang kurang baik, otomatis berdampak pada mental. Sehingga hasil-hasil pertandingan di depan juga kurang baik," ujar Djanur.
"Tapi secara keseluruhan saya akan membentuk kekompakkan karena belum terjadi. Walaupun saya diluar saya juga mengikuti. Saya sudah punya kiat tersendiri. Saya pikir semuanya harus dalam kebersamaan seperti berangkat latihan bersama-sama. Yang saya tahu kan sebelumnya tidak seperti itu. Mereka berangkat latihan sendiri-sendiri," pungkasnya.