Rekam Jejak Sang Pelatih Sejati Persib Bandung, Djajang Nurjaman

Rabu, 29 Juni 2016 07:37 WIB
Editor: Tengku Sufiyanto
© Ginanjar/INDOSPORT
 Copyright: © Ginanjar/INDOSPORT
Karier Djanur Sebagai Pelatih Kepala

Djanur akhirnya meniti karier sebagai pelatih kepala usai membawa menorehkan tinta emas bersama Persib selaku pemain dan asisten pelatih. Ia mengawali karier kepelatihannya pada tahun 1997 untuk menangani Persib U-15.

Langkahnya menjadi pelatih kepala terus berlanjut. Ia kahirnya didapuk sebagai pelatih Persib U-17, lalu ke U-21, dan U-23. Ia pun mendapat pengalaman berarti untuk menjadi pelatih ke beberapa klub elit Indonesia.

Selanjutnya, Djanur mengembangkan karier sebagai pelatih Pelita Jaya pada ISL musim 2009-2010. Pengalamnnya bersama Pelita Jaya membawanya ke Persib.  Ia akhirnya resmi menjabat pelatih Persib pada tahun 2012. Djanur ditunjuk sebagai pelatih tim Maung Bandung atas permintaan sang manajer tim Pangeran Biru, Umuh Muchtar.

Di tahun pertamanya menangani Persib, Djanur berhasil membawa Persib finis di posisi keempat ISL 2012-2013. Setelah itu, ia membentuk tim Maung Bandung dengan materi pemain berkualitas.

Apa yang dilakukan Djanur tidak sia-sia. Ia berhasil mempersembahkan gelar juara ISL 2014 bagi Persib, di tahun keduanya. 

Ketika itu, Maung Bandung berhasil mengalahkan Persipura Jayapura di partai final melalui drama adu tendangan penalti 5-3 (2-2) di Stadion Gelora Jakabaring Palembang. Seluruh algojo Persib berhasil menuntaskan tugasnya dengan baik. Bek tengah Persib, Ahmad Jufrianto menjadi penentu kemenangan, saat ia mengeksekusi tendangan penalti terakhir tim Maung Bandung.


Djajang Nurjaman.

Tak sampai di situ, Djanur akhirnya kembali membawa Persib menjuarai sebuah turnamen bergengsi Indonesia, usai kompetisi resmi ISL 2015 dihentikan akibat konflik sepakbola nasional yang berunjung pada pembekuan PSSI oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Turnamen tersebut bernama Piala Presiden 2015.

Keberhasilan itu diraih usai mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 pada laga final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Oktober tahun lalu.

Setelah itu, Djanur gagal mempersembahkan gelar juara bergengsi untuk Persib di turnamen selanjutnyayang digelar untuk mengisi kekosongan kompetisi resmi di Indonesia, yakni Piala Jenderal Sudirman 2015. Tim Pangeran Biru gagal lolos dari babak penyisihan grup.