Direktur Utama PT GTS, Joko Driyono, menegaskan sanksi denda yang dikenakan untuk Persija akibat ulah supporternya yang bertindak anarkis setelah laga Macan Kemayoran kontra Sriwijaya FC beberapa waktu lalu.
“Denda sebesar 50 juta dan ada yang 100 karena ada denda yang kaitannya dengan pertandingan kemarin dan kerusuhan jadi akumulasinya 150 juta. Ada proses banding, tapi bukan berarti akan dikurangi, biarkan badan yudisial bekerja secara independen,” ujar Joko kepada awak media di Jakarta.

Salah satu kendaraan yang menjadi korban kerusuhan di Senayan.
Selain denda untuk tim ibukota tersebut, The Jakmania juga terkena sanksi lainnya setelah beberapa oknum mereka bertindak anarkis kepada petugas keamanan pasca laga. Kekerasan yang dilakukan oleh The Jakmania tersebut bahkan membuat salah seorang anggota kepolisan kritis.

Keadaan korban pasca kerusuhan di Senayan.
“Kemenangan 3-0 untuk Sriwijaya FC. Dalam sidang kedua sanksi kerusuhan, The Jakmania dilarang masuk di stadion selama 6 bulan baik home maupun away. ini bukanlah hukuman yang diharapkan, ans bagian dari klub sepaknola itu sendiri tapi kami ingin poenegakan hukum bagi semua maka jika ada pelanggaran tak boleh ada yang lolos dari situ,” tambah pria yang pernah menajbat sebagai sekjen PSSI tersebut.
Ke depannya, Joko Driyono, mengharpkan agar segala perturan terkait sanski untuk supporter yang anarkis dapat dirumuskan dalam SOP yang jelas. Meski sebagian besar menilai hukuman tersbeut terlalu ringan untuk Persija, namun pria yang akrab disapa Jokdri tersebut menyatakan menyerahkan semuanya kepada komite dispiplen yang bekerja independen.