Sejatinya Persija akan menjadi tuan rumah dan menjamu PBFC pada laga terakhir jelang Idul Fitri. Akan tetapi, kedua tim sepakat untuk bertukar tempat dimana PBFC akan terlebih dahulu menjalani laga kandang di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.
“Untuk pertandingan tanggal tiga nanti Pusamania yang akan menjadi jadi tuan rumah terlebih dahulu, tukaran dengan Persija yang di pertemuan kedua,” ungkap Ketua Panpel pertandingan Persija, Bobby Kusumahady saat dihubungi INDOSPORT.

Bambang Pamungkas akan bertukar posisi sebagai tim tandang saat bentrok dengan Pusamania Borneo FC.
Bobby menjelaskan skuad Macan Kemayoran baru akan bermain dan menjalani laga kandang di Stadion Manahan Solo seusai lebaran. Nantinya Panpel juga akan memasang spanduk pemberitahuan ataupun peringatan agar tidak ada The Jakmania yang datang menonton langsung di Solo.
“Kita mungkin habis lebaran baru berangkat ke Solo dan mungkin akan satu musim di sana. Otomatis penonton yang disana hanya penonton biasa, kita akan pasang spanduk pengumuman agar tidak ada pelanggaran,” tutur Bobby lebih rinci.

The Jakmania dilarang menggunakan atribut saat menonton Persija Jakarta di Solo.
Larangan bagi Jakmania untuk datang menonton langsung di stadion selama enam bulan ke depan adalah buntut dari kericuhan yang terjadi pada laga Persija vs Sriwijaya, Jumat (24/06) lalu. Namun, Joko Driyono selaku direktur utama PT Gelora Trisula Semesta (GTS) memastikan bahwa laga tim ibukota tetap boleh dihadiri penonton.
"Hukuman ini bukan berarti laga Persija tidak boleh dihadiri penonton, lalu siapa yang harus dilarang? Seorang dicap The Jakmania atau Aremania jika mereka menggunakan atribut atau menyanyikan yel-yel mereka di stadion. Maka paling sederhana mengindikasikan suporter Persija adalah melalui atribut," tutur Joko.