Menurut Umuh, seharusnya PB PON XIX/2016 Jawa Barat tetap fokus dan menjalankan schedule awal dengan menggelar pembukaan dan penutupan PON XIX/2016 Jabar di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung.
Namun, tiba-tiba saja keputusan itu diubah dan menetapkan Stadion GBLA Bandung menjadi acara pembukaan dan penutupan kejuaraan olahraga nasional empat tahunan itu.
"Sejak awal janji pembuatan GBLA itu untuk Persib. Sekarang tiba-tiba memutuskan dipakai untuk PON. Kemarin-kemarin malah diam saja," ucap Umuh kesal.
Selain itu yang membuat Umuh kesal juga ketika Persib harus terusir dari Stadion Si Jalak Harupat saat menjamu Mitra Kukar, 18 Juni lalu di laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016. Lantaran Stadion milik pemerintah Kabupaten Bandung itu akan digunakan untuk persiapan acara pembukaan dan penutupan PON XIX/2016 Jabar.
Dengan susah payah, Persib akhirnya bisa menggunakan Stadion GBLA meski saat itu hanya diperbolehkan disaksikan 20.000 penonton saja.
Dirasa aman dan tanpa kendala, PB PON XIX/2016 langsung menetapkan Stadion GBLA menjadi tempat pembukaan dan penutupan. Bahkan sudah ditandatangani Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam SK, Kamis (30/6/2016).
"Ini tidak benar. Kita yang susah payah agar bisa menggunakan Stadion GBLA. Sekarang sudah kita pakai, malah mau digunakan PON. Sepertinya ada yang sentimen sama Persib," kesalnya kembali.
Diberitakan sebelumnya, proses pembukaan dan penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat akhirnya diputuskan menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage Bandung. Hal itu diungkapkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Sate Bandung, Jumat (1/7/2016).
Bahkan kata Ahmad, penggunaan Stadion milik pemerintah Kota Bandung itu sudah ditandatangani dalam Surat Keputusan (SK) tepatnya pada Kamis (30/6/2016) malam.