Saat masih menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, Theresa May pernah mengatakan kepada parlemen Inggris bahwa tragedi Hillsborough yang terjadi pada 1989 silam akan terus diusut sampai tuntas.
"Ini bukanlah akhir dari proses," kata May saat pemerintah berkuasa saat itu melakukan pemeriksaan kepada petugas keamaan dan menemukan kelalaian hingga tragedi tersebut terjadi.
Seperti dilansir dari Sky Sports, May mengatakan dirinya beserta jajaran terkait akan melakukan investigas mendalam hingga tragedi ini tidak lagi menjadi misteri.
"Tapi saya tidak bisa mengomentari secara mendetail mengenai hal-hal yang dapat mengganggu investigas yang tengah berjalan," kata May.
May menyebut bahwa pemerintah Inggris akan menggunakan Undang-undang keselamatan Olahraga 1975 dan UUD kesehatan dan keselamatan kerja 1974 untuk bisa menjerat pelaku.
"Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk bisa mengungkap fakta sebenarnya dari tragedi ini. Ini menjadi kesalahan kita kepada keluarga korban yang harus menunggu begitu lama sampai pada titik saat ini," kata May.
Selain itu, saat pecah rusuh di Euro 2016 antara hooligan Inggris dengan Rusia, May menyebut bahwa sepakbola seharunya jauh dari kekerasan.
"Hukuman bisa lebih berat bisa dijatuhkan kepada mereka yang melakukan kekerasan di dunia sepakbola," kata wanita lulusan Oxford tersebut seperti dilansir dari huffingtonpost.co
Theresa May diangkat menjadi perdana menteri Inggris usai David Cameron memutuskan mundur dari jabatannya usai referendum rakyat Inggris yang menginginkan keluar dari Uni Eropa.
Karier politik May dimulai saat ia terpilih menjadi anggota parlemen pada 1997 untuk daerah pemilihan Maidenhead, Berkshire. Selang dua tahun, saat Partai Konservatif dipimpin William Hague, ia terpilih menjadi menteri bayangan untuk mengurusi sektor pendidikan. Kariernya kian moncer setelah pada 2002 ia menjadi pengurus inti partai di bawah kepemimpinan Iain Duncan Smith.