Sejak memulai latihan pasca menjalani liburan Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah, pelatih yang akrab disapa Djanur ini langsung menggenjot fisik seluruh para pemainnya.
Sebab sejauh ini performa terbaik pemainnya hanya mampu menjalani pertandingan hingga pertengahan babak kedua. Sisanya, para pemain yang bertanding mengalami penurunan stamina.
Untuk itu, di masa persiapan yang hanya memiliki waktu lima hari jelang pertandingan, peningkatan fisik menjadi faktor utama yang dibenahi. Sementara untuk taktikal dilakukan sehari sebelum pertandingan.
"Menghadapi pertandingan besok, kita sudah melakukan latihan terakhir. Kami sudah siap untuk pertandingan besok. Persiapan lima hari ini sebenarnya tidak cukup, mepet waktunya. Artinya kondisi fisik ada penurunan. Kami tidak ingin bad news, Persija pun sama. Tapi walaupun bagaimana, kami harus siap," ujar Djanur dalam press conference di Graha Persib, Sulanjana Bandung, Jumat (15/7/2016).
Dengan begitu, pelatih asal Majalengka ini berharap kemenangan atau tiga poin bisa didapatkan. Sebab tidak mudah mengalahkan tim berjulukan Macan Kemayoran tersebut meski di laga-laga sebelumnya kurang meraih hasil yang positif, terlebih setelah mengalami insiden yang mengakibatkan kalah 3-0 dari Sriwijaya FC akibat ulah suporter fanatiknya.
"Saya cukup sering melihat Persija di TV. Dia tim bagus, kombinasi pemain muda dan senior cukup berjalan dengan baik. Tentu kami harus waspada. Apalagi rivalitas selalu membara," tuturnya.
Selain itu, ia juga berharap para pemainnya mampu menampilkan permainan yang memukau termasuk mampu menghadang pergerakan lawan yang memiliki tipikal pemain cepat terutama disisi sayap.
"Kami sudah punya antisipasinya, menghadapi pemain cepat mereka di sayap. Mudah-mudahan pemain kami sudah siap," pungkasnya.