Salah satu penggagas tim LKG-SKF yang kini mengikuti ajang Gothia Cup 2016, Anton Sanjoyo yang juga merupakan pengamat sepakbola angkat bicara dan mengkritisi kinerja PSSI yang selama ini belum memperhatikan kompetisi usia muda.
“Sebenarnya, kalau ke Gothia Cup itu tim manapun bisa asal ada punya pendanaan. Memang PSSI tidak mengerjakan pekerjaan untuk grassroot (usia muda), saya mengerti cukup susah dari sisi pendanaanya. Untuk gelar kompetisi usia muda seperti Liga Kompas itu butuh sekitar 2 milaran lebih untuk satu musim dan itu pun hanya jabodetabek,” ujarnya kepada INDOSPORT.
“Sangat disayangkan, tetapi PSSI sendiri tidak pernah mau memulai, paling tidak Asprov (Asosiasi Provinsi) yang gelar. Tetapi hingga kini banyak Asprov yang tidak bekerja dengan baik, tidak fair apabila mereka punya hak suara sementara tidak ada hasil dan bukti nyata,” sambung Anton Sanjoyo yang juga merupakan wartawan senior olahraga tersebut.
Pernyataan Anton Sanjoyo tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya tim peserta Gothia Cup dari Indonesia seperti Asifa dan Garuda Keadilan FC turut menyayangkan sikap PSSI yang belum bisa menyentuk level sepakbola usia muda.
“Kita diluar PSSI makanya kita apresiasi terhadap GKFC, harusnya PSSI turun langsung karena banyak pihak yang terlibat terutama di sepakbola usia muda. Mereka (anak-anak) punya kemampuan, jadi harus ada kompetisi jangka panjang, yang berjenjang tidak sebatas festival SSB seperti sekarang,” tutur pelatih tim Garuda Keadilan FC, Supriyono Prima.