Torabika Soccer Championship 2016

Dituding Dibantu Wasit, Ini Komentar Pelatih MU

Rabu, 20 Juli 2016 21:37 WIB
Editor: Joko Sedayu
© Ian Setiawan/INDOSPORT
Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera, menyanggah tuduhan pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts. Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT
Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera, menyanggah tuduhan pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts.

Nada miring yang disuarakan pihak PSM disangkal sepenuhnya oleh Madura United. Gomes menilai kemenangan telak timnya atas PSM hingga 4-1 diraih bukan hasil dari bantuan wasit, melainkan kerja keras pemain yang berlaga di lapangan.

"Mereka berhak bersuara seperti itu. Karena tim yang kalah selalu kecewa dan itu hak mereka," kata Gomes De Oliviera usai laga di Stadion Gelora Bangkalan Madura sore tadi.

"Bagi saya, menang ya menang. Sebaliknya, kalah pun sama saja. Tidak ada alasan lain untuk menutupi kecewa karena kalah," imbuh Pelatih Madura United tersebut.


Gomes De Oliviera saat jumpa pers pasca kemenangan MU atas PSM.

Lebih lanjut, ia juga menyangkal terkait pemberian hadiah dua kali penalti adalah kesengajaan dari wasit Dodi Setia Permana.

Ketika PSM unggul satu gol, wasit asal Indramayu tersebut memang kemudian memberikan dua kali penalti untuk MU atas pelanggaran yang dilakukan pemain PSM dan mampu dituntaskan dengan baik oleh eksekusi Pablo Rodriguez Aracil.

Penalti pertama terjadi pada menit ke-61, saat Ardan Aras dinyatakan handball usai menghalau bola lambung di mulut gawang PSM.

Sedangkan penalti kedua terjadi pada menit ke-70 ketika kiper Dimas Galih dinyatakan melakukan pelanggaran lewat tekel keras kepada Pablo saat melakukan serangan cepat.

"Kalau wasit memberi penalti, ya memang ada pelanggaran. Kalau malah tidak kita tendang, kita yang salah besar kalau tidak menang," tutur arsitek asal Brasil tersebut.


Kemenangan 4-1 MU atas PSM dianggap dibantu wasit dan campur tangan mafia.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Gomes memuji semua pemainnya yang tampil baik di babak kedua, meski sempat tampil standar di paruh pertama.

Kemenangan ini pun kembali menempatkan tim berjuluk Sapeh Kerrab itu ke puncak klasemen TSC, dengan koleksi 24 poin unggul satu angka dari Arema Cronus.

"Kemenangan ini pantas untuk kami karena pemain sudah bekerja keras di atas lapangan," pungkasnya.

117