Tiga kekalahan beruntun membuat Persegres tak beranjak dari papan bawah. Yakni kalah kontra Persiba Balikpapan (5-3), Madura United (2-1) dan terbaru dari Bhayangkara Surabaya United (1-0), Kamis (21/7) kemarin. Mereka juga harus rela turun satu tangga ke posisi 15.
Hanya saja, dalam situasi ini manajemen tim asal Kota Pudak itu tidak bisa langsung bertindak tegas. Mereka harus menanti hingga putaran pertama TSC selesai di pekan ke-17 atau tepatnya di akhir bulan Agustus mendatang.
"Sangat-sangat kecewa, terlebih lihat hasil pertandingan kemarin, kami evaluasi total tim ini. Itu suatu keharusan," tegas manajer Persegres, Bagoes Cahyo Yuwono.
Jika melihat komposisi klasemen, hasil tiga kali menang, dua kali imbang dan menelan kekalahan enam kali, tentu bukanlah raihan yang diharapkan bagi Persegres. Ditambah, mereka juga menjadi tim dengan jumlah kebobolan terbanyak bersama Persela Lamongan, 22 kali.
Maka, evaluasi menyeluruh menjadi pilihan bijak bagi manajemen Laskar Joko Samudro. Mereka akan mengevaluasi performa mulai dari penjaga gawang, bek, gelandang, striker hingga jajaran tim pelatih.
"Ada evaluasi tentunya, bisa tambah pemain atau apa pemain mau diberi motivasi. Dicari titik-titik mana saja yang menjadi kelemahan," tutur Bagoes menjawab pertanyaan INDOSPORT.
Pria penghobi motor gede ini sadar meski akan mengevaluasi, manajemen tidak bisa secara frontal untuk mengganti pemain atau pelatih. Sebab putaran pertama kompetisi pada turnamen ini masih menyisakan tujuh pertandingan.
"Kami akan menggelar evaluasi usai putaran pertama berakhir. Semua kami bahas. Apakah ada pemain yang dicoret hingga mendatangkan pemain baru. Cuma untuk pelatih, belum sampai sejauh itu (dipecat, red)," tandas Bagoes.