Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Persela langsung melancarkan serangan ke wilayah pertahanan PBFC. Kombinasi Dendi Sulistyawan dan Herman Dzumafo di lini serang Laskar Joko Tingkir sempat mengancam gawang Pesut Etam.
Peluang emas tuan rumah untuk membuka keunggulan datang saat laga sudah berjalan 17 menit. Dendi yang sukses melepaskan diri dari penjagaan lini pertahanan PBFC sukses mengirim sebuah umpan lambung ke depan kotak penalti Dian Agus.

Herman Dzumafo beberapa kali mengancam gawang PBFC.
Sayang, Dzumafo yang menerima umpan sedikit terlambat bereaksi dan bola umpan itu sukses ditangkap oleh Dian Agus.
Tak ingin terus diserang, Pusamania mulai melancarkan serangan balik. Mereka pun nyaris membuat publik tuan rumah terdiam di menit ke-27.
Sebuah tendangan keras di dalam kotak penalti berhasil dilesakkan oleh Pedro Javier. Namun, bola kencang itu masih mampu dihentikan oleh kiper Persela, Choirul Huda.

Pedro Javier gagal membobol gawang Persela Lamongan.
Hingga menjelang berakhirnya paruh pertama, Persela masih mendominasi jalannya pertandingan.
Akan tetapi, hingga wasit meniup peluit, masih belum ada tim yang berhasil membuka keunggulan. Skor 0-0 pun menutup jalannya pertandingan babak pertama
Babak kedua baru berjalan dua menit, tuan rumah akhirnya berhasil membuka keunggulan.
Gol tim besutan pelatih Sutan Harhara sendiri diciptakan oleh Dendi Sulistyawan usai menerima umpan dari Herman Dzumafo. Persela sementara unggul 1-0.
Di menit ke-70 petaka datang bagi tim tamu setelah wasit melihat Aaan Suparman menyentuh bola dengan tangganya di kotak terlarang. Hadiah penalti pun diberikan oleh wasit untuk Persela.
Herman Dzumafo yang menjadi eksekutor sebenarnya berhasil membuat Persela unggul 2-0 setelah tendangan penaltinya berhasil merobek gawang Dian Agus.
Namun, wasit memutuskan untuk mengulang tendangan penalti setelah menilai Dzumafo terlalu lama mengambil tendangan setelah peluit dibunyikan.
Di percobaan kedua, tendangan penalti Dzumafo sukses ditepis oleh Dian Agus. Dzumafo gagal mencetak gol ke mantan klubnya dan Persela gagal menambah keunggulan.
Hingga menjelang akhir pertandingan, kedua tim bergantian melakukan aksi jual beli serangan. Sayang, hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol lagi yang tercipta.
PBFC gagal menyamakan kedudukan, sementara Persela keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0.
Hasil ini membuat Persela yang sebelumnya berada di dasar klasemen, naik satu peringkat ke posisi 17 dengan perolehan 10 poin dari 12 laga, menyalip PS TNI yang berselisih satu poin.
Sementara bagi PBFC, kekalahan ini membuat mereka gagal merebut posisi lima dan harus puas bertahan di tempat ke-8 dengan perolehan 16 poin dari 12 laga.
Susunan Pemain Kedua Tim:
Persela Lamongan (4-3-3): Choirul Huda, Edy Gunawan, Adelmund Kristian, Taufiq Kasrun, Zainal Haq, Jusmadi, Tamsil Sijaya, Zainal Arifin, Zulvin Zamrun, Dendi Sulistyawan, Herman Dzumafo.
Cadangan: Dwi Kuswanto, Samsul Arifin, Ramadhan Saputra, Eky Febriyanto, Radikal Idealis, Victor Pae, Nur Hadrdianto.
Pelatih: Sutan Harhara.
Pusamania Borneo FC (4-2-3-1): Dian Agus, Zulkifli Syukur, Diego Michiels, Aang Suparman, Jad Noureddine, Rudolf Pangkali, Terens Puhiri, Hendra Ridwan, Edilson Tavares, Pedro Javier, Lerby Eliandry.
Cadangan: Nadeo Argawinata, Leonard Tupamahu, Wahyu Kristanto, Arpani, Wahyudi Setiawan, Sultan Samma, Fandhy Ahmad.
Pelatih: Dragan Djukanovic.