Liga Primer Inggris

Kematian Ayahanda jadi Lecutan Semangat untuk Mkhitaryan

Rabu, 27 Juli 2016 12:19 WIB
Editor:
 Copyright:

Banyak hal yang bisa membuat seseorang bisa berubah jadi orang yang lebih baik. Beberapa orang saat mendapat kisah buruk yang ia alami jadi lecutan semangat untuk jadi lebih baik. 

Hal itu pula yang dilakukan oleh gelandang anyar Manchester United, Henrikh Mkhitaryan. Seperti dilansir The Sun, gelandang asal Armenia ini menyebut bahwa kariernya saat ini tak lepas dari kisah buruknya saat sang ayah meninggal dunia. 

"Dia (Hamlet Mkhitaryan) adalah penuntun saya, dia adalah motivasi saya untuk terus maju," kata Mkhitaryan. 

Mkhitaryan ditinggal ayahnya saat ia masih berusia 7 tahun. Sang ayah, Hamlet ialah mantan pesepakbola asli Armenia, ia wafat usai menderita tumor otak di usia 33 tahun. 

"Saat ini saya sangat berharap dia bangga melihat pencapaian saya saat ini. Saya selalu mencoba untuk membuat ia bangga di atas sana," kata Mkhitaryan. 

Mkhitaryan mengisahkan bahwa tak mudah bagi dirinya menjalani masa-masa muda sebagai anak yatim. Hal yang paling sulit bagi Mkhitaryan saat jadi anak yatim ialah tidak ada sosok yang mengarahkannya jadi lelaki yang displin. 

"Sangat sulit bagi saya untuk menjadi pria sejati tanpa seorang ayah. Dalam keluarga, harus ada ada sosok ayah yang mengajarkan bagaimana menjadi disiplin," kata Mkhitaryan. 

Lantas siapa yang menggantikan peran ayah di keluarga Henrikh Mkhitaryan? 

Pemain yang didatangkan Man United dengan dana 30juta Poundsterling tersebut menyebut bahwa peran ayah digantikan ibunya. 

"Ibu saya tidak hanya berperan sebagai ibu tapi juga ayah. Jadi saya berterimakasih kepada dia dan berterima kasih kepada semua keluarga terdekat hingga saya bisa membela Manchester United," kata Henrikh Mkhitaryan. 

491