Torabika Soccer Championship 2016

Arema Setuju Pembatasan Pemain ke Timnas, Tapi...

Sabtu, 30 Juli 2016 18:50 WIB
Editor: Joko Sedayu
© Ian Setiawan/INDOSPORT
Arema Cronus. Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT
Arema Cronus.

Arema Cronus sejak awal memang menyetujui rencana partisipasi pemain untuk tim nasional yang dibatasi maksimal sampai dua pemain saja.

Hal itu lantaran klub juga masih berkepentingan dalam hal pemberdayaan pemain untuk menjalani kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016, yang tinggal menyisakan lima pekan di putaran pertama.

"Pada intinya, klub tidak akan menghalangi setiap pemain untuk membeli tim nasional, karena itu prioritas," kata Rudy Widodo.


Arema berharap pemanggilan training center timnas Indonesia tak merugikan banyak pihak.

General Manager Arema Cronus itu pun menepis anggapan bahwa klubnya tidak nasionalisme, lewat dukungan untuk membatasi pemain ke Timnas.

"Bukannya kami tidak nasionalisme. Namun, usulan itu juga sebagai solusi atas kepentingan klub untuk tetap bisa bersaing di kompetisi," tambahnya.

Lebih lanjut, pengusaha transportasi di Malang itu pun tak mempermasalahkan dengan pemanggilan lima pemainnya guna menjalani training centre yang sebentar lagi diadakan.

Dalam training center gelombang pertama, yang dijadwalkan pada Agustus mendatang, Alfred Riedl melayangkan panggilan untuk Kurnia Meiga Hermansyah (Kiper), Ryuji Utomo, Johan Ahmat Farisi, Syaiful Indra Cahya (Belakang), dan Hendro Siswanto (Tengah).


Kurnia Meiga salah satu penggawa Arema yang mengikuti training center timnas Indonesia.

"Tidak masalah karena mereka juga akan kembali dalam waktu dekat, karena pertandingan terus ada," ucap Rudy.

"Tapi jangan sampai training center juga mengorbankan kompetisi. Kalau sampai kompetisi yang break, kan juga merugikan banyak pihak," tutupnya.