Aksi Bonek dengan slogan Geruduk Jakarta untuk menuntut keabsahan klub kesayangan, Persebaya 1927 dari PSSI banyak mendapatkan perhatian. Termasuk dari kubu tim rival yang juga musuh bebuyutan, Arema.
Arema Cronus, melalui manejernya, Iwan Budianto menyuarakan pendapatnya terhadap Bonek yang saat ini sudah tiba di Jakarta untuk mengawal KLB.
"Semuanya kita hargai aspirasi mereka. KLB sendiri sudah ditentukan, tidak ada kaitannya dengan aksi Bonek tetapi hasil akhir kongres yang ditunggu K85," ujarnya mewakili Arema sebagai salah satu pemilik suara di KLB nanti.
Sebelumnya K85 melalui juru bicaranya, Gusti Randa juga menyatakan dukungan kepada aksi Bonek. Akan tetapi nasib Bonek dan Persebaya disebut berada di tangan PSSI.
“Tidak ada yang melarang Bonek yang datang saat KLB nanti. Silahkan saja, sepanjang mengikuti aturan PSSI, regulasi dan sebagainya, termasuk untuk situasi diluar tentu itu urusan pihak keamanan. K85 hanya bisa bilang silahkan saja,” ujar juru bicara K85, Gusti Randa kepada media di Hotel Borobudur, Jakarta.
“KLB hanya mencari jalan untuk sepakbola yang lebih baik, kalau untuk teman-teman Bonek tentunya bukan ranah K85, mestinya PSSI yang menjawab mereka,” tandas pria yang juga merupakan mantan anggota Exco PSSI tersebut.
Arema dan Persebaya sendiri memang dikenal memiliki rivalitas sengit di kancah sepakbola. Persaingan antara kedua tim dimulai sejak era 80an dan terus berlangsung hingga saat ini.