Pasca FIFA mencabut sanksi untuk Indonesia, timnas senior yang ditukangi pelatih Alfred Riedl memang hanya punya waktu singkat untuk mempersiapkan diri di ajang Piala AFF. Meski begitu, Ponaryo menilai itu bukan alasan Indonesia untuk 'segan' dengan para lawan di grup neraka.
“Buat saya yang terpenting kita masuk ke turnamen ini dengan mental yang benar, tidak hanya pemain tapi juga suporter, bukan berarti pesimis, tapi realistis,” ujar pemain kelahiran Balikpapan itu saat dihubungi INDOSPORT.
Mantan penggawa Sriwijaya FC itu juga menilai jika timnas tak perlu diberikan beban dan target berlebihan di turnamen sepakbola negara-negara Asia Tenggara tersebut. Dukungan positif para suporter diharapkan Ponaryo mampu membuat spirit para pemain terdongkrak.
“Jangan bebani tim ini dengan ekspektasi tinggi, tapi dukung mereka untuk berbuat yang terbaik yang mereka bisa,” tambah Ponaryo.
Ponaryo pun membagikan pengalamannya kala mendapat dukungan berlebih dari rakyat Indonesia yang haus dahaga akan prestasi tim nasional. Meski beban, hal tersebut seharusnya tak jadi alasan para pemain menjadi tertekan.
“Beban iya tapi bukan yang sampai tertekan, tapi kalau pemain mengerti bahwa suporter bersama mereka apapun kondisinya, ini bisa jadi turning point menjadi energi yang luar biasa buat mereka,” jelasnya.