Namun pelatih asal Portugal itu mengaku memiliki kendala besar dalam mengubah cara bermain para pemainnya yang masih lekat dengan karakter mantan pelatih mereka sebelumnya, Louis van Gaal.
"Saya bukan ingin mengatakan jika prinsip dan konsep bermain yang saya usung lebih baik. Tapi tim saya miliki kini jelas berbeda dengan era tuan Van Gaal namun masih sulit untuk mengubah dinamika yang telah dibangunnya," ungkap Mourinho.
"Saya pikir akan lebih mudah jika saya punya 20 pemain baru dan mulai dari nol yang pastinya akan berbeda dengan mereka yang telah memegang sebuah prinsip bermain dalam waktu dua tahun secara bersama," imbuhnya.

Mourinho saat memimpin sesi latihan timnya jelang hadapi Leicester City.
Kendati merasa kesulitan, Mourinho mengaku akan dapat menemukan formula yang pas agar para pemainnya bisa segera beradaptasi dengan konsep dan prinsip bermain yang ia terapkan.
"Ada hal-hal yang bekerja secara otomatis ketika para pemain telah bekerja sama selama dua tahun yang sulit untuk berubah. Tapi kami akan terus bekerja keras dan para pemain akan terus berusaha untuk beradaptasi," tambah Mourinho.
"Tentu saja akan banyak kesalahan yang akan kami buat dan kami masih jauh dari kesempurnaan. Tapi saya yakin pemain akan memberikan segalanya untuk beradaptasi dengan prinsip bermain saya," tukasnya.

Para pemain Man United saat menerima arahan dari Mourinho jelang hadapi Leicester City.
Jika berhasil menang trofi juara Community Shield akan menjadi gelar perdana bagi Mourinho untuk Man United begitu pun halnya dengan tiga pemain rekrutan anyarnya, Eric Bailly, Henrick Mkhitaryan dan Zlatan Ibrahimovic.