Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman cukup menyesalkan dengan kondisi tersebut. Apalagi tim besutannya sudah diharuskan untuk kembali melakoni pertandingan melawan Barito Putera di pekan ke 15 Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, Sabtu mendatang.
"Repot juga sebenarnya dalam mensiasati waktu yang mepet ini. Kemarin kita tidak latihan, besok juga pasti tidak latihan. Jadi sulit juga," ungkap Djadjang saat dihubungi melalui telepon selularnya.
Untuk itu, pelatih yang akrab disapa Djanur ini akan mengusahakan untuk menggelar latihan di Biak, Papua. Meski cukup berat, latihan itu diharapkan dapat menjaga stamina dan kebugaran para pemainnya.
"Apalagi di Bandung juga belum ada lapangan. Jelas mengganggu konsentrasi pemain. Jadi double masalah yang dihadapi, mental dan fisik," tuturnya.

Skuat Persib Bandung.
Selain itu, Djanur tidak bisa menapik anak-anak asuhnya akan mengalami kelelahan. Apalagi jarak antara Biak dan Bandung yang cukup jauh.
Idealnya perlu istirahat tanpa melakukan aktivitas selama satu hari lamanya. Sehingga saat bergabung dan menjalani kembalo aktivitas latihan kebugaran pemain kembali ke performa terbaiknya.
"Lelah dan tidak enak makan, jelas ini memerlukan rehabilitasi untuk pemain. Kondisi fisik menurun, begitupun taktik. Apalagi lawannya Barito. Meski mereka baru kalah. Tapi tidak bisa dianggap enteng," tutupnya.
Sebagai informasi tambahan, Persib Bandung harus mengakui keunggulan tuan rumah Perseru Serui dengan skor 0-1 dalam laga lanjutan pekan ke-14 TSC 2016, di Stadion Marora, Sabtu pekan lalu. Gol tunggal kemenangan Perseru dicetak oleh Gokau Amado pada menit ke-41.