Situasi politik di Turki masih belum kondusif hingga saat ini, menyusul kudeta yang terjadi pada 15 Juli 2016, untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Pasca kejadian itu, sejumlah nama langsung muncul ke permukaan, dan dituding terlibat dalam aksi kudeta tersebut.
Salah satu nama tenar yang menjadi buruan, adalah Sukur. Menurut berita yang diberitakan Guardian, Turki telah mengeluarkan surat edaran untuk menangkap pengemas 112 caps untuk Timnas Turki itu.
Jaksa penuntut menuding Sukur sebagai bagian dari grup teroris bersenjata, yang ingin mengkudeta Turki. Grup itu berkaitan dengan organisasi yang bermarkas di Amerika Serikat (AS), dan diketuai oleh Fethullah Gullen. Hal tersebut dipertegas fakta, bahwa Sukur dan keluarganya meninggalkan Turki, menuju AS tahun lalu.

Tudingan kepada Sukur ini bukan kali pertamanya terjadi, karena pada Februari 2016, eks pemain Galatasaray itu juga pernah menghebohkan Twitter. Sukur mem-posting kata-kata yang dinilai menghina Erdogan, dan ia berpotensi dihukum empat tahun penjara.
Sukur merupakan pesepakbola populer di Turki, dan telah 51 kali mencetak gol untuk Timnas Turki. Performa terbaiknya diraih di Piala Dunia 2002, kala ia membawa negaranya duduk sebagai juara ketiga.
Namun setelah gantung sepatu. Sukur banting setir sebagai politisi, dan dipilih sebagai bagian anggota Keadilan dan Perkembangan Era Erdogan (AKP).
Sukur mengundurkan diri pada 2013, setelah badan penyelidik korupsi menargetkan Erdogan dan tim yang terlibat di dalamnya. Sukur pun berpindah pihak ke tim Fethullah Gullen.