Semen Padang masih membuktikan jika kandang mereka, Stadion H. Agus Salim masih angker untuk tim-tim lawan di TSC. Belum lama ini pasukan Nil Maizar tersebut kembali menampilkannya saat melawan BSU di pekan ke-16.
Tidak hanya itu, Ibnu Grahan juga menilai jika para pasukannya kalah dalam segi pengalaman, mengingat banyak para pemain BSU yang masih tergolong muda.
“Gol kedua Semen Padang jelas terlihat, Nur Iskandar lebih pengalaman dibandingkan para pemain belakang kami, sehingga dia bisa lolos dan memberikan umpan kepada Irsyad yang menciptakan gol,” imbuh Ibnu.
Meski mengakui timnya kalah dari segi pengalaman dibandingkan Semen Padang. Tetapi, Ibnu mengapresiasi penampilan Evan Dimas dkk yang menurutnya tampil penuh motivasi dan memiliki semangat juang yang tinggi.
“Meski ketinggalan dua gol, tapi semangat yang ditunjukkan anak-anak sangat luar biasa. Tapi memang hasilnya belum sesuai dengan apa yang diharapkan,” pungkas Ibnu.
Sementara itu, pemain belakang BSU, M. Fatchu Rochman mengakui, pendidikan polisi yang diikuti bersama empat rekannya yang lain, cukup mengganggu persiapannya bersama tim.
“Karena harus pendidikan kami tidak bisa latihan bersama rekan-rekan lain. Tapi, mudah-mudahan kami bisa lebih baik di pertandingan selanjutnya,” jelas mantan pemain Timnas U19 tersebut.
Dengan kekalahan ini, maka BSU harus rela digeser Semen Padang dari posisi empat ke peringkat lima klasemen sementara. Meski raihan poin yang diraih kedua tim sama-sama 26 poin, namun Semen Padang lebih unggul dalam jumlah selisih gol.