Pertandingan Klasik

Mengingat Laga 'Hujan' Gol Liverpool vs Arsenal 8 Tahun Silam

Sabtu, 13 Agustus 2016 18:40 WIB
Editor: Tengku Sufiyanto
 Copyright:
Adu Gengsi Pelatih dan Pemain Andalan

Ada sesuatu yang menarik perhatian para awak media dan pecinta sepakbola dunia, jelang pertandingan Liverpool kontra Arsenal pada lanjutan pekan ke-33 Liga Primer Inggris, di Anfield Stadium. Adu gengsi mewarnai laga yang diprediksi bakal berjalan sengit tersebut.

Liverpool kala itu menghuni peringkat kedua klasemen sementara Liga Primer Inggris. The Reds membutuhkan kemenangan untuk memperkecil jarak dari sang pemuncak klasemen, Manchester United. Sementara Arsenal ingin meraih kemenangan untuk mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions dari kejaran Everton.

Di tambah lagi, Liverpool ingin membuktikan diri sebagai tim Liga Inggris yang mampu menikmati dua semifinal Liga Champions (2007 dan 2008). Prestasi The Reds lebih baik ketimbang Arsenal yang hanya bisa menembus babak 16 besar Liga Champions.

Itulah yang menyebabkan adu gengsi keduanya bakal tersaji di laga pekan ke-33 Liga Primer Inggris saat itu.


Rafael Benitez.

Tak hanya itu, adu gengsi terjadi di antara pelatih. Liverpool saat itu masih ditangani Rafael Benitez yang sukses membawa The Reds menjadi juara Liga Champions musim 2004-2005. Benitez ingin membuktikan diri bahwa dirinya memang pelatih berkelas dan mampu mengatasi sang senior yang notabennya juru racik formasi Arsenal, Arsene Wenger.

The Profesor sendiri ingin memperlihatkan kepada Benitez bahwa dirinya masih diperhitungkan menjadi pelatih kelas wahid Liga Primer Inggris bersama Sir Alex Ferguson.


Arsene Wenger.

Selain itu, adu gengsi juga tersaji di kubu pemain kedua tim. Striker Liverpool, Fernando Torres ingin terus menunjukan performa gemilangnya bersama The Reds. Ia saat itu sudah mengoleksi 11 gol.

Sedangkan di kubu Arsenal, ada Andrey Arshavin yang menjadi pemain andalan The Gunners. Penyerang sayap asal Rusia itu juga tak mau kalah dengan Torres untuk menunjukan kapasistasnya.

273