Torabika Soccer Championship 2016

Dianggap Mogok Bermain, Ini Penjelasan Pelatih Persela

Minggu, 14 Agustus 2016 06:43 WIB
Editor: Yohanes Ishak
 Copyright:

Sutan Harhara menyebut tim pelatih meminta para pemain menepi di lapangan sebagai upaya untuk meredam emosi serta menjaga stabilnya tensi pertandingan.

Usai pertandingan, Sutan Harhara memberikan klarifikasi terkait aksi mogok di menit-menit akhir jelang laga kontra Madura United berakhir.

Pada menit ke-82, Choirul Huda dkk kompak menepi ke bangku cadangan dan dianggap sebagai bentuk protes atas hadiah penalti dari Wasit Yudi Nurcahya.

Tak pelak, aksi mogok dengan tak mau melanjutkan pertandingan itu menimbulkan tudingan sebagai aksi Walk-Out. Atas insiden tersebut, pertandingan sempat tertunda selama 2 menit sebelum Pablo Rodriguez Aracil akhirnya mengeksekusi hadiah penalti dan berbuah kemenangan Madura United.

"Siapa bilang kita mau WO? Kalau mau begitu, ya seharusnya dari awal pertandingan kita tidak datang, baru bisa disebut WO," pungkas Sultan.


Sultan Harhara, pelatih Persela Lamongan.

Mantan pembesut PSMS Medan itu menerangkan, bahwa upaya itu untuk sekedar meredam emosi pemain dan mengurangi tensi pertandingan yang terlanjur panas.

"Biar pemain lebih tenang dan mengontrol emosi dengan baik, jadi saya panggil mereka ke bench dulu. Jadi kita bukan mau WO," tambahnya.

Meski begitu, ia tak memungkiri jika memang kepemimpinan wasit asal Bandung itu kurang fair. Beberapa kali terlihat pelanggaran yang dilakukan pemain Madura United seperti dibiarkan saja.

"Tidak etis kalau membahas soal wasit, masa setiap pertandingan kita bahas wasit terus. Itu tidak baik buat sepak bola kita," tutupnya.