Mantan pelatih Timnas U-19 tersebut mengakui jika timnya dibawah performa saat bermain di markas tim Juku Eja. Mepetnya pertandingan TSC 2016, serta dituntut melakukan rotasi dalam tim demi mencari kompesisi terbaik menjadi alasannya.
“Saya akui jika Bali united dibawah performa dalam pertandingan ini. Kami dituntut mencari komposisi tim terbaik sehingga rotasi selalu kita terapkan, hasilnya pada laga tadi kami tidak maksimal,” kata Indra.

Pemain PSM Makassar sedang menggiring bola saat melawan Bali United.
Selain itu, kerja sama antar pemain dikatakan tidak maksimal terutama di lini tengah. Fadil Sausu dianggap tidak mampu menyeimbangi pergerakan trio lini tengah tim juku eja, Rasyid Bakri, Syamsul Chaeruddin dan Rizky Pellu.
“Lini tengah kita kurang maksimal, tiga gelandang tuan rumah sangat merepotkan tim kami serta pemain depannya Ferdinan sinaga sangat liar di jantung pertahanan kami tapi ini adalah bagian dari kami mencari format tim terbaik,” sambung pelatih asal Padang tersebut.
Pada babak kedua, Indra mengakui jika timnya mulai melakukan tekanan meski kebobolan satu gol lagi dari Rasyid bakrie. Strategi yang diterapkan dikatakan muali berjalan maksimal namun lagi –lagi ia mengakui jika pemainnya sulit menembus lini pertahanan tim tuan rumah.

Penyerang muda PSM, Rahmat melakukan selebrasi.
“Babak kedua kami mulai bermain sesuai strategi yang diterapkan namun saya akui tuan rumah pada pertandingan ini bermain sangat rapi di lini pertahanan,” Jelasnya.
Indra lalu mengkalim jika timnya kalah bukan faktor pencoretan dua pilar asingnya Kiko Insa bek asal Spanyol dan Lucas Patinho gelandang asal Brasil.
Ia mengaku jika beberapa pertandingan terakhir pemain tersebut tidak dimainkan, namun tim Serdadu Tridadu tetap meraih kemenangan seperti yang dilakukan pada pekan ke-10 melawan tuan rumah Barito putra.
“Pertandingan ini tidak ada sama sekali dampaknya terkait pencoretan dua pemain asing, buktinya pada pekan ke-10 kami bisa kalahkan tuan rumah Barito Putra”. Tutupnya.