Arema benar-benar For All di tahun ini. Selain menjalankan fungsi klubnya sebagai salah satu kontestan kompetisi papan atas di tanah air, Arema juga berdampak banyak pada lingkungan di sekelilingnya.
Para pedagang kaki lima (PKL) pun turut merasakan dampak positif pada konvoi bertajuk Napak Tilas Minggu (14/08/2016) kemarin. Konvoi yang dimulai di depan Stasiun Kotabaru Malang itu mengambil rute menuju Malang Selatan hingga timur.
Setelah itu para Aremania melanjutkan dengan acara nonton bareng (nobar) pertandingan lanjutan TSC antara Sriwijaya FC kontra Arema Cronus di halaman Stasiun Kotabaru Malang dan di pelataran parkir pintu utama Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.
"Acara kemarin seharian penuh. Apalagi sorenya ada nobar jadi tetap ramai," ujar Hermawan, salah satu PKL yang menjual berbagai atribut Arema di Stadion Kanjuruhan saat dijumpai INDOSPORT.
"Syal dan kostum Arema terbaru yang laris terjual. Ya, kalau totalnya, bisa dua kali lipat dari penjualan saat Arema bermain," Hermawan melanjutkan, tanpa mau menyebutkan nominal keuntungannya.
Sedangkan saat acara nobar, Bu Sutinah ikut merasakan berkah. Ibu paruh baya yang sehar-hari berjualan kopi dan minuman hangat ini senang barang dagangannya habis diserbu Aremania.
"Kalau kopi, di Malang ini pasti laris. Tadi bawa 10 renteng (1 renteng isi 10-12 sachet) kopi dan lainnya jahe. Alhamdulillah, habis semua," paparnya.
Dengan satu gelas kopi seharga Rp 3 ribu sampai 4 ribu, Bu Sutinah pun bisa mendapat keuntungan hingga ratusan ribu rupiah.
"Kemarin itu mendung terus, jadi banyak yang ngopi. Kalau soal untung, pokoknya cukup mas," pedagang kopi yang biasanya berjualan di pintu masuk Tribun Ekonomi Stadion Kanjuruhan ini menambahkan.