Torabika Soccer Championship 2016

Hadapi Arema, Persib Ajukan Penggunaan Stadion Si Jalak Harupat

Rabu, 17 Agustus 2016 22:59 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor: Gema Trisna Yudha
© INDOSPORT
 Copyright: © INDOSPORT

Pertandingan melawan Barito Putera pada 13 Agustus 2016 menjadi laga terakhir Persib dalam menggunakan Stadion Pakansari. Alasannya karena Stadion berkapasitas 30 ribu kursi penonton tersebut mulai disterilkan untuk persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat mendatang.

"Saya menghormati PON dan cabang olahraga lain tapi kita juga kondisinya urgent juga. Jadi kita ajukan Jalak dulu saja," ujar Umuh saat ditemui di kediamannya di Kiaracondong Bandung.

Umuh menyadari Stadion Si Jalak Harupat memang menjadi salah satu Stadion yang akan dipergunakan untuk PON XIX/2016. Namun dikarenakan penyelenggaraan multievent nasional empat tahunan tersebut digelar September maka dengan itu Persib tentunya masih bisa menggunakannya.


Aksi Atep (tengah) saat Persib berhadapan dengan Barito Putera.

"Lagian PON kan September. Kita juga menggunakannya tidak tiap hari. Jadi mohon pengertiannya lah," harapnya.

Namun apabila pada akhirnya kembali mengalami kendala. Maka dengan terpaksa Umuh akan memindahkan laga Persib kontra Arema ke Stadion Galuh Ciamis.

"Kalau Ciamis, saya yakin mendapatkan izin karena Bupati dan Sekdanya pecinta Persib," tegasnya.

Rencananya Umuh akan memberikan surat kepada Ketua Umum PB PON XIX/2016 alias Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan agar Persib bisa menggunakan Stadion si Jalak Harupat.


Manajer Persib Bandung Umuh Muhctar (kanan) melakukan peninjauan langsung Stadion GBLA, Rabu (08/06/16).

"Sekalian juga saya akan menanyakan kenapa Stadion GBLA (Gelora Bandung Lautan Api) tidak bisa dipakai. Padahal sebelumnya GBLA tidak termasuk untuk PON. Tapi setelah Persib pakai, tiba-tiba untuk PON," kesalnya.

Kala itu, Umuh mengaku mengorbankan namanya dan siap bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu saat Persib menggelar pertandingan di GBLA.

"Kalau kemarin GBLA rubuh, sudah pasti saya ditangkap bukan Gubernur. Saya berjuang untuk bisa gunakan GBLA. Sekarang malah dipakai PON. Padahal saya ingat kata-kata Wali Kota Bandung saat itu Pak Dada (Rosada) kalau GBLA untuk Persib," tegasnya.

202