Hampir semua penikmat sepakbola tahu siapa Pep Guardiola, atau setidaknya pernah mendengar namanya. Pria berkepala plontos itu melesat menjadi salah satu pelatih sukses sejak diangkat untuk menangani Barcelona pada 2008.
Dalam sembilan tahun kariernya sebagai pelatih, Guardiola sudah memenangkan 22 trofi bersama Barcelona dan Bayern Munchen.
Thierry Henry sedikit bercerita mengenai pengalamannya bermain di bawah arahan pelatih berusia 45 tahun tersebut saat diwawancara oleh The Football Republic.

Henry bersama Guardiola ketika masih berada di Barcelona.
"Dia (Guardiola) sangat intens. Dia ingin mendominasi permainan. Ingin mengontrol segalanya, mengetahui segalanya, dan berkuasa untuk menentukan segala hal," ucap Henry.
"Tentu itu semua bukan hal yang mudah. Dia pernah berkata, setelah dua atau tiga tahun, dia tidak bisa berlama-lama dengan sebuah klub karena intensitas yang dimilikinya," sambungnya.

Henry mengomentari Guardiola terkait kepindahan sang pelatih ke Manchester City.
Top skor sepanjang masa Arsenal tersebut mengakui bahwa tidak mudah untuk memahami Pep. Meski begitu, Henry tidak pernah meragukan kemampuan yang dimiliki Guardiola.
"Dia bukan sosok yang mudah untuk dimengerti. Tapi dia selalu membawa kesuksesan di manapun dirinya berada." tutup Henry.
Henry membela Barcelona selama tiga musim sebelum menyebrang ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan New York Red Bulls. Usai pensiun pada Desember 2014, pria yang ulang tahunnya berbarengan dengan hari kemerdekaan Indonesia tersebut kini bekerja di Sky Sports sebagai pundit.