Segera setelah Persebaya mendapatkan pengakuan dari PSSI melalui forum Kongres Luar Biasa (KLB) yang akan digelar pada 17 Oktober mendatang, sejumlah pengusaha kakap bersiap merapat. Sedikitnya, ada empat nama yang bersedia menjadi pengelola klub berjuluk Bajul Ijo tersebut.
Erick Thohir dan Harry Tanoesudibyo santer beredar berebut menjadi investor Persebaya. Dari informasi yang dihimpun dari sumber klub internal Persebaya menyebut mereka memang sedang melakukan penjajakan.
Keduanya saat ini tengah menanti kepastian hukum bisnis Persebaya dan detail soal tunggakan utang klub saat mengarungi kompetisi Indonesia Premier League (IPL) 2013 silam.
Namun, petinggi PT Persebaya Indonesia (PT PI) Direktur Pengembangan dan Bisnis Kardi Suwito membantah kabar tersebut. Menurutnya, calon investor Persebaya bukan kedua taipan nasional itu, melainkan pengusaha nasional asal Jawa Timur yang berdomisili di Surabaya.
"Bukan Pak Erick maupun Pak Harry Tanoe. Tapi, ada pengusaha kakap dari Jawa Timur yang wilayah operasional usahanya di Surabaya. Beliau ini gila bola dan paham sepak bola, khususnya sejarah serta semua tentang Persebaya," ujar Kardi Suwito.
Selain dua nama tersebut, muncul nama lain. Salah satu petinggi media nasional yang berbasis di Surabaya, Azrul Ananda, juga ada nama bos salah satu market place online terkemuka di Indonesia Achmad Zaky. Keduanya memang memiliki kedekatan dengan Persebaya, atau dengan petinggi Persebaya.
Nama Azrul sendiri disebut-sebut sebagai calon investor lantaran media yang ia kelola punya histori panjang dengan Persebaya. Tak hanya itu, selama Persebaya mati suri, media tersebut yang terus memberikan porsi besar pada Persebaya. Sementara Zaky punya kedekatan dengan Coorporate Secretary PT PI Ram Surahman dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan, bos Bukalapak.com itu juga sering berada di Surabaya. Beberapa kali keduanya bertemu di Kota Pahlawan. Namun, Ram menolak membeberkan identitas calon investor yang kabarnya akan menjalin kesepakatan dengan petinggi Persebaya paling lambat akhir Agustus ini. "Nanti kalau sudah deal pasti tahu siapa beliau," kilahnya.
Baik Ram maupun Kardi tak bersedia membuka nama pengusaha itu karena sudah ada kesepakatan agar tidak disebutkan identitasnya sebelum ada nota kesepahaman pengambil alihan sebagian saham Persebaya secara resmi.
Saat ini saham kepemilikan PT PI kembali dimiliki 20 klub internal, setelah Cholid Goromah, meneken kesediaan melepas saham miliknya. Di sisi lain, Saleh Mukadar, juga akan melakukan langkah serupa.
Keduanya selama ini dianggap batu sandungan dalam proses membangun ulang Persebaya, saat status keanggotaan klub dibekukan PSSI tiga tahun terakhir ini.