Apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan terutama merugikan Persib, maka Umuh akan memerintahkan pihak keamanan untuk menangkapnya.
Umuh enggan kejadian saat menjamu Persija Jakarta, 16 Juli 2016 lalu terulang seperti banyaknya kursi penonton, kran air hingga pagar pintu yang mengalami kerusakan.
"Mereka yang merusak itu bukan bobotoh. Kita juga harus mengganti sekian puluh juta. Tapi untung saya punya tim dan ternyata tidak sampai setengahnya dari permintaan biaya,” tegas Umuh.
“Mudah-mudahan bobotoh tidak berulah. Kalau ada saya yakin itu bukan bobotoh tapi penjahat yang dipakai kesempatan untuk merusak Persib. Langsung tangkap saja," sambungnya.
Guna memperketat keamanan, Umuh berencana akan menambah personel aparat terkait, baik pihak kepolisian maupun TNI.
"Mungkin pengamanan harus lebih banyak, saya akan minta ke Kapolres dan saya kemarin sudah menghadap ke Kapolda juga. Tapi pertemuan saya kemarin hanya sampaikan kita akan main di Ciamis dan pulang dari sana baru dapat kabar jika GBLA boleh dipakai. Ini saya belum laporan lagi," katanya.
Di sisi lain, Ketua Harian Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV 2016 Jawa Barat, Iwa Karniwa, mengatakan izin penggunaan Stadion GBLA terpaksa diberikan guna sebagai simulasi sebelum ajang multi-event nasional empat tahunan yang dimulai tepat 17 September mendatang.
"Yang jelas kami mendukung Persib main di GBLA. Tapi dengan syarat, pertama harus menjaga ketertiban, keamanan dan kebersihan. Yang kedua ini sebagai simulasi untuk pertandingan sebenarnya nanti di PON," ujar Iwa.
"Intinya kita harap para bobotoh tetap menjaga GBLA jangan sampai ada yang rusak. Saya yakin teman-teman bobotoh bisa seperti itu," tambahnya.
Sebelumnya, Persib harus berpindah-pindah home base dalam laga kandangnya di ISC A 2016. Semula menggunakan Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, lalu berpindah ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api Gedebage dan sempat menggunakan Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor.