Pusamania Borneo FC (PBFC) akhirnya menjadi tim pertama yang sukses menaklukkan Arema Cronus yang sebelumnya tangguh dengan tak terkalahkan dalam 9 laga TSC di kandang.
Sementara bagi tim Pesut Etam, kemenangan atas Arema menjadi yang kedua kalinya diraih di kandang lawan, setelah sebelumnya Ponaryo Astaman dkk sukses mengalahkan PSM di Makassar.
Usai pertandingan, Dragan Djukanovic menyanggah dengan tegas jika kemenangan timnya diraih berkat bantuan wasit.
"Ini murni hasil kerja keras pemain kami. Memang sangat sulit melawan Arema, apalagi di kandang mereka. Tapi kami terbukti bisa," ujar head coach PBFC itu di Stadion Kanjuruhan Malang.
Dragan melanjutkan, kemenangan timnya juga tak lepas dari kecerdikan pemainnya dalam memaksimalkan setiap kelengahan pemain Arema yang berbuah dua gol cepat PBFC di babak pertama.
"Jauh hari sebelumnya, kami sudah mempelajari cara bermain Arema. Jadi, hasil ini murni karena kemenangan strategi tim kami," pelatih kebangsaan Serbia itu menjelaskan.
Meski menepis bantuan wasit, namun Dragan juga tetap menyoroti kinerja wasit yang menurutnya perlu banyak pembenahan di sepakbola Indonesia. Sebelumnya, Dragan selalu rutin terlihat melakukan protes terhadap kinerja Wasit di setiap pertandingan PBFC baik di laga home maupun away.
"Ini lah masalah terbesar sepakbola Indonesia. Saya sudah puluhan tahun bermain dan melatih klub di Eropa, tapi mereka sekarang lebih modern karena banyak membenahi wasit mereka," pungkasnya.