Serie A Italia mensyaratkan sebuah aturan baru kepada seluruh klub untuk mendaftarkan 25 jumlah pemain.
Ada pun dari 25 pemain tersebut, harus terdiri dari empat pemain muda jebolan akademi klub dan empat lainnya harus sudah punya pengalaman bermain di Serie A selama beberapa musim.
Direktur olahraga Juventus, Giuseppe Marotta merasa pemberlakuan aturan baru tersebut terlalu dipaksakan.
Ia juga menilai, jika aturan baru tersebut justru akan memberi dampak kerugian bagi perkembangan Serie A Italia karena berpotensi menurunkan daya tarik.

Marotta menilai pembatasan jatah jumlah pemain muda akan berdampak pada penurunan daya tarik Serie A Italia.
"Peraturan ini akan mengurangi daya tarik sebuah tontonan. Kita semua tengah berusaha mengangkat kembali citra liga, tapi malah muncul aturan seperti itu. Itu sangat tidak logis," ujar Marotta seperti dikutip Tuttosport.
"Aturan ini tidak sesuai jika dihubungkan dengan momen perkembangan Serie A. Itu jelas akan memberi dampak negatif pada sebuah tontonan yang berkualitas," pungkasnya.
Aturan maksimalisasi jumlah pemain muda itu sejatinya ditujukan untuk membantu perkembangan talenta-talenta muda Italia.
Pemberlakukan aturan tersebut diharapkan bisa memudahkan pelatih Timnas untuk mencari bibit-bibit muda berbakat yang akan membela Timnas Italia di kancah internasional, seperti Piala Dunia atau Euro.
Namun bagi Juventus, aturan ini dianggap kurang berpihak dengan kondisi skuat mereka saat ini.
Pasalnya, meskipun sudah memenuhi syarat terkait jumlah empat pemain yang sudah berpengalaman di Serie A, Marotta diduga keberatan jika harus memasukkan empat pemain jebolan akademi mereka.
Sebabnya, aturan tersebut berpotensi mengurangi kekuatan Bianconeri dalam mengarungi persaingan di ajang Serie A Italia musim ini.