Laga super big match antara Persib kontra Arema terus diwarnai lika liku soal venue. Sebelumnya, venue sempat berubah sampai 3 kali akibat faktor persiapan PON.
Sedianya, laga dilangsungkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Namun, Panpel Persib kesulitan mendapatkan izin keramaian akibat GBLA juga sedang bersiap menuju pembukaan PON Jawa Barat.
Sempat mendapat konfirmasi pemindahan venue ke Stadion Galuh Ciamis, dalam dua hari berselang pertandingan penutup putaran pertama TSC ini kembali berubah dengan konfirmasi akhir tetap digelar di Stadion Si Jalak Harupat.
Tim Singo Edan pun mengaku lega dengan kepastian pertandingan kontra tim Maung Bandung yang akan digelar di stadion yang terletak di Soreang, Kabupaten Bandung pada Sabtu (27/08/16) nanti.

General Manager Arema Cronus, Ruddy Widodo
“Tapi kami menyayangkan dengan pemindahan tempat pertandingan secara mendadak. Ke depan, hal seperti ini jangan sampai terjadi lagi,” tandas General Manager Arema Cronus, Ruddy Widodo.
Di sisi lain, kepastian ini pun membuat manajemen Arema akhirnya menanggung kerugian puluhan juta rupiah. Hal itu lantaran manajemen sudah terlanjur membeli tiket kereta api menuju Ciamis, tempat yang sebelumnya dikonfirmasi menjadi venue laga Persib kontra Arema.
Dari perhitungan INDOSPORT, kerugian yang dialami berkisar Rp14 juta. Estimasi itu mencuat dengan perhitungan tiket Kereta Api kelas eksekutif, dari Malang menuju Tasikmalaya, dengan asumsi satu lembar tiket KA seharga Rp465 ribu, dikalikan 30 anggota tim.

Stadion Si Jalak Harupat, Bandung
“Kami menyusun lagi persiapan tim juga. Seharusnya berangkat Rabu sore menjadi Kamis,” Rudy Widodo menjelaskan.
“Dan soal kerugian materi, kami melaporkan ke GTS sesuai regulasi. Biar mereka yang memprosesnya,” tutup pengusaha transportasi di Malang itu.