Perbaiki Kompetisi, Calon Ketum PSSI Siap Libatkan TNI-Polri

Rabu, 31 Agustus 2016 05:13 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra
 Copyright:

Edy mengatakan dirinya akan menggunakan wasit dari unsur TNI-Polri sampai kondisi perwasitan Indonesia profesional. Hal ini menjadi salah satu solusi yang ditawarkan bakal calon Ketua Umum PSSI ini guna memperbaiki kondisi kompetisi di Indonesia yang sarat akan kepentingan.

Selain itu, para wasit di Indonesia juga akan disiapkan agar lebih profesional. Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ini akan membina para wasit di sekolah-sekolah olahraga dengan kurikulum perwasitan.

"Ketika lulus jadi wasit yang baik, tidak bisa dibelokkan sana-sini. Negara lain pun sudah melakukan pembinaan model ini," kata Edy seperti dikutip dari ANTARA.


Edy Rahmayadi siap melakukan pembinaan terhadap para wasit di Indonesia menuju ke arah profesional.

Pria berusia 55 tahun ini juga menyoroti keamanan para wasit. Pasalnya sejauh ini, wasit menjadi salah satu sasaran saat terjadi keributan dalam sebuah pertandingan.

"Saya Pangkostrad, jika tidak bisa perbaikan secara alami, saya akan gunakan kekuatan saya demi perbaikan sepak bola nasional, demi republik. Namun saya juga tolong diawasi oleh masyarakat, termasuk media dan ingatkan jika saya salah," kata Edy.

Edy akan bersaing dalam bursa calon Ketua Umum PSSI dengan Moeldoko, yang juga berlatar belakang militer.  Komite Pemilihan (KP) PSSI sendiri, baru menerima dua bakal calon yang diajukan sejumlah pemilik suara dalam kongres mendatang.

Dalam Kongres yang akan digelar Oktober 2016 mendatang, tercatat ada 107 pemilik suara dari 750-an anggota sah federasi nasional. Edy Rahmayadi sendiri didukung oleh 85 pemilik suara yang dikenal sebagai Kelompok 85 (K-85).
 

44