Pengunduran diri Liestiadi tak terlepas dari hasil minor yang diraih Gresik United pada putaran pertama kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Pasalnya, tim Kebo Giras hanya memperoleh tiga kemenangan, enam hasil seri, dan harus puas menerima 8 kekalahan dari 17 pertandingan. Gresik United pun terdampar di posisi ke-16 klasemen sementara TSC 2016 dengan torehan 15 poin.
"Mungkin ini memang proses yang harus dilewati Persegres. Manajemen menghargai keputusan Liestiadi sebagai pelatih profesional," ungkap manajer Gresik United, Bagoes Cahyo Yuwono.
Manajemen Gresik United pun langsung melakukan manuver guna mencari sosok pengganti Liestiadi. Tim Kebo Giras sudah mengantongi sedikitnya empat nama pelatih lokal untuk menjadi suksesor Liestiadi.
Namun, keempat nama pelatih lokal tersebut hingga kini masih dibahas oleh manajemen Gresik United, sebelum diputuskan jelang bergulirnya putaran kedua TSC 2016.
"Kalau hanya nama kami sudah ada. Tapi untuk menentukan pelatih itu tidak semudah membalik tangan, yang jelas kami akan pakai pelatih lokal," ujar Bagoes.

Aksi para pemain Pesegres Gresik United saat menghadapi Bali United FC di putaran pertama TSC 2016 lalu.
Pada kesempatan terpisah, Liestiadi mengucapkan terima kasih banyak kepada manajemen dan pemain Gresik United, serta suporter Ultras Mania yang selama ini telah memberikan dukungan.
"Terima kasih atas dukungan Ultras Mania selama ini. Saya minta maaf karena tidak bisa memberikan prestasi yang terbaik untuk Persegres. Semoga Persegres bisa berprestasi di putaran kedua," ungkap pelatih berumur 47 tahun tersebut.