Persiba memiliki tiga kiper bernama Setya Beny, Alfonsius, dan kiper muda, Kurniawan Kartika Aji, ketiganya besar kemungkinan akan menimbulkan krisis kiper bagi Persiba pada beberapa pertandingan di putaran kedua TSC 2016.
Hal itu dikarenakan dua nama kiper pertama yang terkena akumulasi kartu, sementara kiper muda mereka sedang cedera.
“Beny sudah kantongi dua kartu kuning, Alfonsius juga kalau gak salah, sedangkan AJi kan cedera. Ini sangat bahaya, pertandingan juga sangat ketat, waktu mepet,” ujar Mardianto, pelatih kiper Persiba Balikpapan.
Mardianto menambahkan, jika salah satu kiper timnya mendapat kartu kuning pada laga perdana di putaran kedua TSC 2016 melawan tuan rumah, Sriwijaya FC, maka Persiba hanya memiliki satu kiper.
Hal ini tentu membahayakan karena usai hadapai Sriwijaya, Persiba akan menjamu Arema Cronus.
“Kalau Beny dapat kartu kuning (lawan Sriwijaya) berarti akumulasi, Kalau Alfon juga cedera atau dapat kartu kuning, gak ada lagi kiper. Harusnya memang satu klub idealnya punya empat kiper,” tambahnya.
Mardianto menyayangkan kepemimpin wasit yang dianggapnya terlalu berlebihan mengeluarkan kartu kuning untuk Beny maupun Alfonsius. Wasit mengeluarkan kartu kuning karena dianggap mereka telah mengulur-ulur waktu.
“Kadang karena kesalahan wasit juga yang gak harusnya kartu kuning, tapi di kasih kartu kuning. Sebenarnya Beny tidak juga mengulur-ulur waktu, kalau kita main di kandang lawan juga lebih parah. Di dunia kiper, jarang dapat kartu kuning, biasanya langsung kartu kuning,” ujarnya.
Dia menambahkan, jika memang ada salah satu kipernya terkena akumulasi kartu, maka tidak ada pilihan selain menyiapkan pemain non-kiper menjadi kiper dadakan. Namun Mardianto belum punya bayangan siapa pemain yang bisa jadi kiper dadakan.
“Sebenarnya Antonio Teles bisa, tapi dia dibutuhkan sebagai gelandang bertahan. Kalau pemain lain saya belum tahu. Tapi nanti kita siapkan kalau ada yang dapat kartu kuning, setidaknya pulang dari Palembang,” pungkasnya.