Torabika Soccer Championship 2016

Terkait Insiden Malang, Suporter Madura United Tunggu Iktikad Baik Aremania

Senin, 5 September 2016 14:14 WIB
Editor: Ramadhan
 Copyright:

Insiden pelemparan batu yang dialami suporter Madura United oleh oknum yang diduga suporter Arema Cronus, masih menyisakan cerita sedih.

Insiden itu membuat kaca bus suporter dan mobil operasional tim pecah akibat pelemparan batu yang terjadi di perbatasan Malang Utara, sepulang dari laga Arema Cronus kontra MU di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (03/09/16) kemarin.

Sempat berhenti dan melakukan blokade Jalan Raya Singosari arah Lawang, rombongan suporter MU akhirnya kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Madura setelah ditemui pihak kepolisian.

“Kami akhirnya mau pulang, karena Wakapolres Malang menjamin bahwa akan mengganti kerusakan bus,” kata Kepala Rombongan Tur Taretan Dhibik, Junaidi seperti rilis yang diterima INDOSPORT.


Mobil pelatih Madura United yang mendapatkan serangan dari oknum suporter lawan

Meski dipercaya penyerangan itu dilakukan oleh segelintir oknum, namun pihak suporter MU masih menunggu iktikad baik Aremania.

“Kami hanya akan menerima permintaan maaf Aremania jika bersilaturahmi ke markas besar kami,” ujar Koordinator Taretan Dhibik, Bambang Prayitno.

Kelompok suporter MU yang bermarkas di Pamekasan itu pun masih menunggu kunjungan pentolan Aremania untuk segera menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi terkait aksi pelemparan batu, pada Minggu (04/09/16) dini hari itu.

“Silaturahmi sangat kami tunggu sebagai bukti iktikad baik dari pihak Aremania,” Bambang Prayitno memaparkan.

“Jika mereka tidak melakukannya, berarti permintaan maaf mereka tidak sepenuh hati,” pungkasnya.

157