Aremania Dapat Maaf dari Suporter Madura United

Jumat, 9 September 2016 08:19 WIB
Editor: Randy Prasatya
© Ian/Indosport
 Copyright: © Ian/Indosport

Kala itu, bus yang ditumpangi suporter Madura United dilempari batu oleh Aremania hingga menyebabkan kacanya hancur. Mereka juga menyampaikan kata-kata kotor dan mengancam hendak menyembelih Taretan Dhibik.

Ancaman dan intimidasi dari Aremania terjadi ketika masih di dalam stadion. Saat itu Madura United mampu menyamakan skor 1-1 menjelang babak pertama berakhir.

Aksi Aremania semakin ganas dengan berupaya bergerak mendekati tribun suporter Madura United, saat kiper Arema Cronus, Kurnia Meiga, mengalami cedera lutut.

Tak ingin siutuasi makin memanas, perwakilan Aremania pun datang ke Pamekasan untuk meminta maaf atas perlakuan oknum Aremania kepada kelompok Taretan Dhibik saat di Malang.

"Kesepakatan berdamai antara keduanya digelar di Mapolres Pamekasan, Kamis (08/09/16) siang," kata Kapolres Pamekasan AKBP Nuwo Hadi Nugroho di Pamekasan, dikutip Antara.

Beruntung, permintaan maaf itu akhirnya diterima dengan baik oleh suporter Madura United setelah juru bicara Aremania menjelaskan fakta-fakta yang terjadi.

"Semua itu terjadi, bukan atas rekayasa, akan tetapi di luar kemampuan kami selaku penanggung jawab suporter," kata juru bicara suporter Aremania, Rois.

"Kami pun senang karena Taretan Dhibik tetap bisa menerima kami dengan baik demi misi perdamaian, dan ke depan kita tetap bisa saling komunikasi," tandasnya.

198