Dari hasil tes medis yang dilakukan di Indonesian Sports Medicine Center (ISMC) Senayan Jakarta, Kamis (08/09/16) pagi, pemain berusia 30 tahun itu ternyata pernah mengalami cedera lutut.
Bukan hanya itu, pemain yang pernah berlaga di liga tertinggi Australia tersebut memiliki kekuatan otot perut dan paha belakang yang kurang memuaskan serta VO2max mencapai 61,5.
Akan tetapi, hasil kurang memuaskan tersebut tak lantas membuat pelatih Djajang Nurdjaman mundur untuk mendatangkan Marcos Flores.
"Soal riwayat cedera saya pikir tidak menjadi suatu kekhawatiran. Karena banyak sekali pemain yang melakukan operasi ligamen. Banyak yang bisa normal kembali. Itu tidak jadi alasan saya meragukan dia (Marcos). Kalau soal perut dia yang mulai membuncit, itu bisa dilatih," ungkap pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut.

Marcos Flores saat membela Newcastle Jets FC.
Djanur mengatakan, cedera lutut kanan yang dialami Marcos Flores sudah dideritanya sejak tahun 2013 silam. Dengan waktu yang terbilang cukup lama itu, tentu kondisi lutut kanannya saat ini dipastikan sudah membaik.
"Dia (Marcos) sudah main lagi di liga sejak cedera 2013. Kalau otot perut tidak bisa percaya gitu saja. Kita bisa check up apakah benar. Kalau ada juga bisa dilatih," katanya.
Lebih lanjut, Djanur perlu waktu untuk bisa menempatkan Marcos Flores dalam starting eleven tim. Apalagi, mantan pemain klub asal Australia, Newcastle Jets baru saja tiba di Indonesia.
"Prosesnya step by step. Tinggal teken kontrak. Kalau skill tidak usah diragukan. Dia juga sudah menyatakan senang bergabung dengan Persib. Dia sudah tahu atmosfer Persib."