Dalam surat rekomendasi yang dikeluarkan Menpora Imam, menginginkan pelaksanaan kongres berlangsung di Yogyakarta.
Sebab, dia menilai bahwa kota tersebut sebagai kota lahirnya PSSI. Akan tetapi, hal itu bertentangan dengan keinginan para voter yang sudah setuju kota Makassar sebagai tempat kongres.
Selain itu dalam surat bernomor S.2844/MENPORA/IX/2016 tersebut, Menpora Imam menyatakan bahwa tidak akan memberikan rekomendasi apabila kongres berlangsung di kota lain di luar Yogyakarta.
Pernyataan surat tersebut pun ditanggapi dingin oleh PSSI. Salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI, Toni Apriliani menilai bahwa ada hal tersembunyi dibalik rekomendasi Yogyakarta sebagai tempat kongres.
"Itu ada dua kemungkinan. Bisa berupa imbauan untuk merevormasi total dan kembali ke titik nol, atau bisa saja bentuk intervensi. Karena, mungkin saja ada sekelompok atau sebagian yang sudah menjanjikan angin surga terhadap calon tertentu," ujar Toni.
"Ini bisa dibalik, kalau kembali melihat ketatanegaraan, dimana pun tempat kongres seharusnya tidak masalah. Karena, ini kan negara kesatuan," sambungnya.
Toni juga menegaskan, sampai saat ini, pihak PSSI belum menerima surat rekomendasi dari Menpora tersebut.
Namun, ia menyatakan bahwa Komite Eksekutif PSSI, akan membahas dan mengambil tindakan lebih lanjut jika surat rekomendasi dari Menpora tersebut sudah diterima PSSI.
"Kalau saja surat itu sudah sampai tentu saja kita dari Exco akan duduk bersama dan membahas untuk menentukan langkah selanjutnya," tutup pria berkaca mata tersebut.