Karier sepakbola Mario Balotelli bisa dibilang terus mengalami pasang surut. Setelah hengkang dari Manchester City, pemain berusia 26 tahun itu terombang-ambing bersama beberapa klub.
Di AC Milan, pemain kontroversial itu tak terlalu mentereng karena hanya tampil dalam 43 laga dan mencetak 26 gol. Setelah itu, Milan membuang Balotelli ke Liverpool.
Namun, nasib bagus tak kunjung menghampiri pemain nyentrik tersebut hingga akhirnya ia hijrah ke klub Ligue 1 Prancis, Nice di awal musim 2016/17 ini.
Banyak yang mengira karier Balotelli sudah tamat setelah memutuskan bergabung dengan klub semenjana seperti Nice. Namun, Balotelli langsung menunjukkan kepada publik sepakbola dunia bahwa ia belum habis.

Mario Balotelli usai kemenangan melawan Olympique Marseille.
Bersama Nice di laga perdana Ligue 1 Prancis, mantan striker andalan tim nasional Italia itu justru sukses mencetak 2 gol ke gawang Olympique Marseille. Pada laga itu, Nice akhirnya menang dengan skor 3-2.
Setelah sukses mencetak brace bersama Nice tersebut, aura pemenang Balotelli langsung muncul. Ia optimis bisa meraih gelar pemain terbaik dunia (Ballon d’Or) yang saat ini masih dikuasai Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
“Tentu saja, masih belum terlambat (untuk memenangkannya),” kata Mario Balotelli saat ditanyai soal peluangnya memenangkan gelar Ballon d’Or.
“Saya pikir seharusnya saya sudah bisa memenangkannya sekarang, tapi dengan bekerja keras dalam latihan, saya masih bisa memenangkannya dalam 2 atau 3 tahun ke depan,” tegasnya.

Lionel Messi memenangkan gelar Ballon d'Or 2015.

Cristiano Ronaldo memenangkan gelar Ballon d'Or 2014.