Moeldoko Sebut Hubungan Buruk dengan Pemerintah Sebagai Masalah PSSI

Kamis, 15 September 2016 19:31 WIB
Editor:
 Copyright:

Moeldoko menjadi satu dari delapan nama yang lolos verifikasi untuk maju pada pemilihan ketua umum PSSI yang berlangsung 17 Oktober mendatang. Namun sebelum menjadi orang nomor satu di PSSI, ia  mengungkapkan permasalahan dasar di tubuh PSSI sehingga sampai saat belum juga berprestasi.

“Pandangan saya atas PSSI, ada persoalan yang sangat mendasar bukan tentang prestasi tapi yang menonjol dan signifikan adalah tidak adanya hubungan yang harmonis antara PSSI dengan pemerintah. Ini berlangsung dari waktu ke waktu, mengurusi persoalan hubungan bukan prestasi,” tegas Moeldoko.
 
“Untuk itu siapapun yang menjadi Ketua Umum PSSI menurut saya dari konteks leadership, seorang pemimpin harus bisa mengayomi dengan sungguh-sungguh, tidak ada lagi kelompok-kelompok dan mengungkit kesalahan masa lalu,” sambungnya.

Selain itu Moeldoko juga menegaskan bahwa PSSI jangan dijadikan sebagai kendaraaan politik para pengurusnya untuk berbagai kepentingan. Oleh karenanya Moeldoko ingin mengelola PSSI dan membenahi berbagai sektor yang menurutnya masih belum bekerja maksimal.

“Terakhir saya tegaskan, PSSI tidak boleh digunakan sebagai kendaraan politik, ini akan menghancurkan organisasi itu. Itu haram hukumnya. Hal itu pasti akan memunculkan masalah baru, itu menurut saya yg harus dibenahi,” tegasnya.

Moeldoko juga mengatakan bahwa harus ada pembenahan untuk membangun sepakbola Indonesia. Adanya hubungan antara pemerintah dengan PSSI termasuk partnership akan menghadirkan prestasi 

“Seorang pemimpin harus bisa mengayomi seluruhnya, menyejukkan semuanya,” tutup Moeldoko.