Permasalahan tersebut mulai mencuat ketika Menpora, Imam Nahrawi mengeluarkan surat rekomendasi agar pelaksanaan kongres berlangsung di Yogyakarta dengan alasan kota tersebut sebagai tempat lahirnya PSSI.
Namun, isi surat tersebut cukup menggelitik, pasalnya pemerintah dalam hal ini menegaskan bahwa tidak akan mengeluarkan rekomendasi apabila kongres tetap dilaksanakan di Makassar sesuai kesepakatan dan keinginan para voter pada KLB Agustus lalu.
Meski demikian, hal itu tidak membuat khawatir Moeldoko yang saat ini maju sebagai calon ketua umum untuk kepengurusan baru PSSI nanti. Ia menilai di mana pun berlangsungnya kongres tidak masalah asal menghasilkan sesuatu yang positif.

Calon Ketua Umum PSSI, Moeldoko (kiri) bersama Agum Gumelar
“Sepanjang itu dilaksanakan di Indonesia tidak masalah, saya percaya di mana pun itu bisa untuk kemajuan PSSI. Saya akan tetap mengikuti bagaimana ketetapan dari panitia,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Di sisi lain, pria yang juga merupakan mantan anggota militer tersebut mengusung misi ingin mengelola dan membawa PSSI menjadi yang terbaik di kawasan Asia bahkan dunia.

“Saya ingin mengelola PSSI dan ingin menjadikan organisasi ini menjadi yang terbaik di Indonesia, Asia, kalau perlu di kawasan yang lebih luas,” tandasnya.