Diprotes Netizen Soal Nasi Goreng, Begini Klarifikasi Rio Ferdinand

Senin, 19 September 2016 20:26 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono
 Copyright:

Cuitan Rio Ferdinand yang menyebut nasi goreng sebagai budaya kuliner Singapura melalui akun Twitter miliknya @rioferdy5, sempat menuai protes dan pro-kontra dari sejumlah netizen Asia Tenggara.

Sejumlah netizen tanah air memprotes pernyataan mantan bek tengah Man United itu dan mencoba menjelaskan bahwa nasi goreng merupakan budaya kuliner khas Indonesia. 


"@rioferdy5 hai rio, "Nasi goreng adalah makanan Indonesia... dan "nasi goreng" adalah bahasa Indonesia!!" tulis salah seorang netizen.


"@rioferdy5 nasi goreng dan sate adalah makanan Indonesia Rio," tulis netizen lainnya.


"@rioferdy5 nasi goreng kuliner asli dari Indonesia bukan dari Singapura," tulis akun netizen lainnya.

Namun hal itu justru menimbulkan pro-kontra dari netizen lain yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura dan netizen negara tetangga lainnya. Akibatnya, cuitan Rio Ferdinand lantas dipenuhi oleh perdebatan soal asal-muasal kuliner tersebut.


"@iiiqy @rioferdy5 sebenarnya, itu seperti risotto dengan beberapa campuran Asia. Asal-usul piring adalah dari Nusantara; tidak ada negara tertentu," tulis salah seorang netizen.


@rioferdy5 Orang Amerika jika ingin mengklaim, maka menyebut nasi goreng USA, Orang Thailand jika ingin mengklaim, maka menyebut nasi goreng Pattaya?" tulis seorang netizen lainnya.

Sadar akan pro-kontra tersebut, Rio mencoba memberikan klarifikasi soal pernyataannya. Pria berusia 37 tahun itu meminta agar para netizen menghentikan pro-kontra tersebut dengan menegaskan bahwa ia mencintai Indonesia.

"Apakah benar cuitan saya soal nasi goreng telah menimbulkan keributan??!! Tenanglah guys...'lokal' yang saya maksud adalah untuk Asia Tenggara... lihatlah kembali perjalanan saya ke Indonesia... kasus ini saya nyatakan ditutup! Satu Cinta!," tulis Ferdinand memberikan klarifikasi dalam akun Twitter-nya.

"Saya harus menegaskan bahwa saya tidak punya satu pun pengalaman buruk di Asia Tenggara. Saya menyukainya... orang-orang hebat, makanan lezat dan banyak hal bisa untuk dilakukan dan dilihat. Kehangatan dari warganya," tambah Ferdinand.

901