Berkat Keputusan FIFA, Qatar Mulai Benahi Masalah Negara

Selasa, 20 September 2016 05:22 WIB
Editor: Mitjanna Lotusina Rangkuti
 Copyright:

Terpilih menjadi tuan rumah perhelatan tingkat dunia membuat Qatar harus banyak berbenah. Terutama karena kritikan banyak dilayangkan oleh berbagai pihak atas keputusan FIFA yang memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 pada Desember 2010 silam.

Dalam sebuah konferensi, Willi Lemke selaku Penasihat Bidang Olahraga untuk Sekretaris Jenderal PBB mengatakan kekhawatirannya terhadap keputusan itu.

Pasalnya, dia sempat kaget karena ada delapan anggota komite sepakbola dunia yang tidak membaca laporan teknis saat mempertimbangkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia. Menurutnya, laporan tersebut seharusnya menjadi dokumen publik demi tercipta transparansi di dunia sepakbola.


Willi Lemke mengungkapkan pendapatnya terkait isu di negara tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar.

Selain itu, isu pekerja-pekerja imigran yang berada di Qatar juga dianggap sebagai permasalahan. Pemerintah Qatar dilaporkan melakukan eksploitasi dan menerapkan jumlah gaji yang tak sesuai kepada para pekerja imigran. Meski berpendapat negatif, Lemke juga tetap melihat sisi baik dari munculnya kritikan-kritikan ini.

"Sudah lama isu terkait pekerja imigran menjadi masalah di Qatar. Berkat FIFA yang memilih Qatar sebagai tuan rumah, isu ini serius dibicarakan," kata Lemke dilansir dari World Soccer.

Banyak organisasi dan media yang mengangkat isu terkait pekerja imigran di Qatar. Ini memberikan dorongan agar pemerintah setempat segera mengambil langkah untuk mengatur dan mengatasi permasalah tersebut.

Lemke yang pernah menjadi direktur klub Werder Bremen memberikan pernyataan bahwa olahraga bisa menjadi faktor pembantu pemerintah menyelesaikan masalah-masalah negara. "Inilah keindahan dunia olahraga," kata Lemke.

Sepertinya Indonesia harus mencontoh Qatar yang terpilih sebagai tuan rumah perhelatan penting, sehingga bisa membenahi permasalahan-permasalahan negara.

184